RM.id Rakyat Merdeka - CEO Danantara sekaligus Kepala BKPM/Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan hilirisasi menjadi strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen pada 2029.
Menurut Rosan, investasi memainkan peranan krusial dalam menopang target tersebut. Untuk 2025, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 6 persen, dengan realisasi investasi sebagai motor penggeraknya.
“Investasi memainkan peranan sangat penting dalam mencapai pertumbuhan 8 persen,” ujar Rosan dalam Indonesia Economic Outlook 2026 Sesi II di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Pada 2025, realisasi investasi tercatat melampaui target. Dari target Rp 1.931,2 triliun, capaian mencapai 101,3 persen atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan, setara sekitar 120 miliar dolar AS. Realisasi tersebut menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja.
Baca juga : Prabowo: Kita Harus Berani, Ekonomi RI Tak Boleh Lagi Didikte
Rosan memaparkan, hilirisasi menyumbang sekitar 30,2 persen dari total investasi 2025, dengan nilai mencapai Rp 554,1 triliun.
Jika sebelumnya didominasi sektor mineral, kini hilirisasi diperluas ke sektor perkebunan, kehutanan, serta perikanan dan kelautan. Komoditas seperti kelapa sawit, kayu, karet, kelapa hingga rumput laut masuk dalam agenda penguatan nilai tambah di dalam negeri.
Dari total 20 proyek hilirisasi yang masuk dalam pipeline, tujuh telah memulai groundbreaking. Di antaranya smelter alumina menjadi aluminium di Mempawah, bioavtur di Cilacap, bioetanol di Banyuwangi, pengolahan garam, budidaya sapi terintegrasi, serta hilirisasi kelapa.
Total nilai proyek tersebut mencapai 26 miliar dolar AS dengan potensi serapan sekitar 600 ribu tenaga kerja. Sisanya akan menyusul.
Baca juga : Menko Airlangga: Ekonomi RI Tahan Banting, Siap Lepas Landas Ke 8 Persen
Dalam mendukung pembiayaan, Danantara menjalin kemitraan dengan sejumlah sovereign wealth fund global. Kerja sama dilakukan dengan CIC dan JBIC masing-masing 1 miliar dolar AS, Qatar dan UAE 4 miliar dolar AS, serta RDIF 4,2 miliar dolar AS.
Selain itu, Danantara memperoleh fasilitas kredit bergulir sekitar 10 miliar dolar AS dari empat bank internasional.
Dari sisi tata kelola, Danantara telah memperoleh rating BBB (stable) dari Pefindo dan Fitch Ratings—setara dengan rating pemerintah Indonesia. Proses pemeringkatan dengan S&P dan Moody’s juga tengah berlangsung.
Rosan menegaskan, hilirisasi diarahkan untuk menangkap seluruh nilai tambah di dalam negeri, dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, dan akuntabilitas.
Baca juga : Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Bahas Arah Ekonomi Nasional
“Kita ingin memastikan nilai tambah optimal ada di Indonesia,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.