Dark/Light Mode

Indonesia Economic Outlook 2026

Prabowo: Kita Harus Berani, Ekonomi RI Tak Boleh Lagi Didikte

Jumat, 13 Februari 2026 15:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpidato pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Foto: YT/@setpres)
Presiden Prabowo Subianto berpidato pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Foto: YT/@setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus menjadi bangsa yang percaya diri dan berdiri di atas kaki sendiri. Pemerintah, kata dia, tidak boleh lagi membiarkan diri didikte atau dipermainkan oleh pihak mana pun.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, pembangunan bangsa adalah perjalanan panjang. Ibarat sebuah long march, yang membutuhkan stamina, kesabaran, keteguhan hati, dan keberanian. Keberanian untuk melihat kenyataan apa adanya, mengakui kelemahan, sekaligus mencari akar persoalan.

“Kita ingin menjadi negara maju. Tapi kita harus realistis. Jangan berpretensi seolah-olah sudah setara dengan negara yang ratusan tahun lebih dulu membangun industri dan teknologinya,” ujarnya.

Baca juga : Menko Airlangga: Ekonomi RI Tahan Banting, Siap Lepas Landas Ke 8 Persen

Prabowo menekankan, tugas utama negara adalah menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat. Karena itu, seluruh kekayaan dan sumber daya alam Indonesia harus dijaga, dikelola, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Kepala Negara mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk berani mengakui kekurangan, namun tetap bersyukur atas capaian yang telah diraih dalam lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan apresiasi khusus kepada para menteri, kepala lembaga, dan seluruh tim kabinet yang dinilainya bekerja keras dari hari ke hari.

“Saya melihat langsung kerja saudara-saudara. Semua pencapaian ini adalah hasil kerja keras tim. Menurut keyakinan saya, mereka adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” katanya.

Baca juga : Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Bahas Arah Ekonomi Nasional

Ia optimistis pemerintah akan menghadirkan berbagai terobosan dan kejutan positif. Kritik dan pandangan yang meremehkan Indonesia justru dinilai sebagai cambuk untuk bekerja lebih keras.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa sejumlah kepala daerah melaporkan dampak nyata kebijakan pemerintah mulai terasa di lapangan. Konsumsi rumah tangga disebut meningkat. Pelaku usaha pun menyampaikan tren positif serupa, termasuk dorongan dari program Makan Bergizi Gratis yang menggerakkan ekonomi hingga lapisan terbawah yaitu di desa dan kecamatan.

“Dari lapisan paling bawah inilah ekonomi Indonesia akan bangkit menjadi ekonomi yang dinamis,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa di tengah pertumbuhan global yang stagnan di kisaran 3 persen, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 5,11 persen pada 2025 dan menjadi salah satu yang tertinggi di G20 pada kuartal IV.

Baca juga : Indonesia Economic Summit 2026 Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional

Konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor menunjukkan tren positif, disertai penurunan kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah menargetkan pertumbuhan 2026 sebesar 5,4 persen dengan potensi 5,6 persen.

Airlangga menegaskan, untuk menuju target 8 persen sebagaimana visi Presiden, reformasi struktural dan penguatan mesin pertumbuhan, belanja pemerintah, investasi swasta, serta sektor keuangan, akan terus dipacu secara harmonis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.