Dark/Light Mode

Indonesia Economic Summit 2026 Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional

Selasa, 3 Februari 2026 15:09 WIB
Sofyan Djalil, CEO IBC (kelima kiri), Datuk Patinggi Tan Sri Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Premier Sarawak (keenam kiri), Airlangga Hartarto, Coordinating Minister of Economic Affairs Republic Indonesia (ketujuh kiri), ⁠Abdullah Saleh Kamel President of the Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) (keenam kanan) dan
Arsjad Rasjid, Chair of the Board of Trustees IBC (ketujuh kanan) dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto Istimewa)
Sofyan Djalil, CEO IBC (kelima kiri), Datuk Patinggi Tan Sri Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Premier Sarawak (keenam kiri), Airlangga Hartarto, Coordinating Minister of Economic Affairs Republic Indonesia (ketujuh kiri), ⁠Abdullah Saleh Kamel President of the Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) (keenam kanan) dan Arsjad Rasjid, Chair of the Board of Trustees IBC (ketujuh kanan) dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Economic Summit (IES) 2026 resmi digelar pada 3–4 Februari 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, sebagai forum strategis untuk mengakselerasi transformasi ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional.

Forum tahunan yang diinisiasi Indonesian Business Council (IBC) ini mempertemukan pemimpin pemerintahan, dunia usaha, investor global, akademisi, serta organisasi internasional dari 53 negara di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan fragmentasi geopolitik global. Mengusung tema Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity, IES 2026 dirancang sebagai ruang dialog lintas sektor yang menjembatani arah kebijakan pemerintah, kepentingan dunia usaha, dan peluang investasi.

Forum ini sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai jangkar stabilitas ekonomi kawasan dan mitra penting dalam rantai nilai global.

Baca juga : Sambut 2026, Pemerintah Kota Semarang Transformasi Lewat 5 Pilar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa di tengah meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia memosisikan diri sebagai kekuatan menengah yang menjaga keseimbangan melalui diplomasi strategis dan kemitraan ekonomi yang beragam.

Pemerintah, menurut dia, terus memperkuat ketahanan ekonomi melalui investasi pada sektor bernilai tambah dan berorientasi masa depan.

“Kondisi global saat ini ditentukan oleh kekuatan, bukan ideologi, sehingga menuntut keseimbangan dan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Indonesia, sebagai middle power, menjaga netralitas sambil memperkuat ekonomi melalui diplomasi, perdagangan, dan kerja sama regional,” ujar Airlangga dalam keterangannya.

Baca juga : Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Targetkan Transaksi Rp520 Miliar

Ia menambahkan, fokus kebijakan diarahkan pada pengembangan manufaktur bernilai tambah, energi terbarukan, dan teknologi maju guna mendorong transformasi digital, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid menilai Indonesia memiliki modal strategis melalui politik luar negeri bebas dan aktif serta keterlibatan global Presiden Prabowo Subianto yang semakin memperluas kemitraan lintas kawasan. Namun, ia menekankan pentingnya penyelarasan visi, kepemimpinan, dan eksekusi kebijakan agar peluang investasi dapat diwujudkan menjadi proyek nyata.

Sementara itu, Chief Executive Officer IBC Sofyan Djalil menegaskan peran dunia usaha dalam mendorong investasi berkualitas, peningkatan produktivitas, dan reformasi struktural.

Baca juga : Juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan Naik Peringkat 14 Dunia

Menurut dia, IES 2026 dirancang sebagai katalis kolaborasi lintas negara yang mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Pada hari pertama penyelenggaraan di Jakarta, IES 2026 menghadirkan dialog strategis dengan pembicara nasional dan internasional dari kalangan menteri, pemimpin industri, dan investor global yang membahas percepatan investasi, penguatan eksekusi proyek, serta reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Melalui rangkaian dialog kebijakan dan jejaring global tersebut, Indonesia Economic Summit 2026 diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat investasi dan pertumbuhan utama di kawasan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.