BREAKING NEWS
 

Berkat MBG, 4.000 Butir Telur Peternak Sumba Barat Daya Terserap Per Hari

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 13 Februari 2026 23:51 WIB
Benediktus Dalupe, peternak telur asal Desa Kadi Pada, Kecamatan Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi berkah tersendiri bagi peternak lokal. Salah satunya yang dirasakan Benediktus Dalupe, peternak telur asal Desa Kadi Pada, Kecamatan Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelum adanya program MBG, Benediktus kerap kesulitan memasarkan telurnya. Dia biasanya memasok telur ke penjual retail, tapi penjualannya tak stabil. Selain itu, pembayaran juga tak pasti.

Program MBG mengubah nasib Benediktus. Dalam kurun enam bulan terakhir, dia bisa memasok rata-rata 4.000 butir telur per hari ke dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tanamanda. Bahkan, ketika permintaan sedang tinggi, dia kerap kewalahan untuk memenuhinya.

Kegembiraan Benediktus bukan dari situ saja. Dia senang karena bisa ikut berkontribusi memenuhi kebutuhan protein anak-anak di NTT. Sebelum ada MBG, warga NTT mendapat suplai telur dari luar NTT, terutama dari Jawa. Tentu kualitasnya tak bisa terjaga karena membutuhkan waktu dan perpindahan tempat.

Baca juga : Bahlil Kunci Tambang Nakal, Dendanya Tembus Rp 6,5 Miliar Per Hektare

“Dengan adanya peternak lokal yang mengembangkan usaha peternakan ayam petelur ini, pertama jaminan nutrisinya terjamin. Tidak ada istilahnya telur busuk. Kemudian, dikonsumsi oleh penerima manfaat MBG juga tentu lebih baik. Artinya, jaminan telur fresh-nya betul-betul kita sediakan,” kata Benediktus, di peternakannya, Rabu (11/2/2026).

Benediktus, yang memiliki 6.000 ekor ayam petelur, baru bisa menyuplai telur ke satu SPPG secara reguler. Pengirimannya dilakukan dalam 3 hari per minggu, yakni pada Minggu, Selasa, dan Kamis.

"Peternakan ini saya kembangkan untuk mendukung ketahanan pangan yang menjadi program prioritas dari Presiden Prabowo,” kata dia.

Adsense

Ada sejumlah dapur MBG yang juga meminta pasokan telur ke peternakannya. Namun, dia belum bisa memenuhi permintaan itu karena keterbatasan modal dan karyawan.

Baca juga : Hi-Fest UBL Pecah, 4.000 Anak Muda Padati Konser Hindia & Feast

“Dengan kondisi saat ini yang SPPG-nya belum banyak pun, kami sudah kewalahan untuk menyuplai. Apalagi nanti kalau SPPG-nya sudah jalan semua di satu Kabupaten Sumba Barat Daya ini,” katanya. 

Ke depan, dia berharap bisa meningkatkan lagi produksi telurnya. Dengan harapan, bisa lebih banyak lagi memasok bahan bagi kebutuhan protein anak-anak penerima MBG.

Dia berencana meningkatkan lagi populasi ayamnya hingga 20 ribu ekor. Dengan begitu, dia berharap mampu memproduksi hingga 18 ribu butir telur per hari. Artinya, dia bisa menyuplai ke enam dapur MBG.

"Makanya kita juga membutuhkan kemudahan akses kredit. Apakah melalui bank-bank Himbara atau dari aspek pihak-pihak lembaga yang lain untuk membantu kita. Karena kita mengembangkan ini tentu butuh biaya yang tidak sedikit,” katanya.

Menggerakkan Ekonomi Lokal

Baca juga : Ara Pastikan Seluruh Daerah Dapat Bantuan Stimulan Perumahan Di 2026

Menurut Benediktus, program MBG juga memacu peternak lokal lain untuk memulai usaha ayam petelur. Tentu hal ini menjadi kabar gembira karena sebelumnya telur banyak dipasok dari Jawa. Produk menjadi tidak segar karena berbagai faktor, terutama lamanya proses pengiriman.

"Jadi masyarakat selama ini memang membutuhkan telur segar, telur fresh. Dan itu yang belum didapatkan karena mereka mengkonsumsi telur dari luar,” kata dia.

Tingginya permintaan terhadap telur juga menimbulkan efek berantai yang positif. Permintaan jagung yang merupakan pakan utama ayam juga ikut melonjak. Artinya, petani jagung di sekitar kandang ayam mendapat pasar baru. Dan tentu saja membuka lapangan kerja lokal dan menumbuhkan ekonomi desa.

“Kita dulu tidak pernah pesan jagung untuk kebutuhan pakan. Sekarang butuh jagung. Jadi, otomatis petani di sekitar juga merasakan dampak,” kata Benediktus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense