BREAKING NEWS
 

Pangkas Kuota Produksi Tahun 2026

Bahlil Tak Mau Harga Nikel Dan Batubara Diatur Asing

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 18 Februari 2026 06:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di hadapan peserta Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2). Foto: Dok. Kementerian ESDM

 Sebelumnya 
Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengingatkan pelaku usaha tidak memproduksi secara masif ketika harga belum menguntungkan. Pengelolaan sumber daya harus mempertimbangkan keberlanjutan dan kepentingan generasi mendatang.

“Suatu saat kita meninggal, anak cucu kita melanjutkan perjuangan negara ini. Jangan di saat mereka memimpin, barang sudah habis karena kelakuan kita, sudah gitu jual murah lagi,” ingat Bahlil.

Menanggapi kebijakan tersebut, Co-founder Perkumpulan Pertambangan dan Industri Silika Indonesia (Pertamisi) Arya Rizqi Darsono mengatakan, berdasarkan data akhir 2025 dari Kementerian ESDM dan laporan International Energy Agency, Indonesia masih menjadi eksportir batubara termal terbesar dunia.

Baca juga : Flyover & Jalan Protokol Bukan Tempatnya Atribut

“Dengan nilai pangsa sekitar 41–43 persen pasar global dan produksi di atas 700 juta ton per tahun,” kata Rizqi, Selasa (17/2/2026).

Namun, dalam mekanisme pembentukan harga internasional, referensi utama masih berasal dari indeks global seperti Newcastle dan permintaan dari pembeli besar seperti China dan India.

“Artinya, secara struktur pasar Indonesia adalah volume leader, tetapi bukan price setter,” ujarnya.

Baca juga : Bodo/Glimt Vs Inter Milan, Tantangan Lingkar Arktik

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat ini mengatakan, hal tersebut bukan hanya soal asing atau nasionalisme, melainkan karakter pasar batubara global yang penemuan harganya (price discovery) terjadi di luar Indonesia.

“Selama struktur ekspor kita masih berbasis komoditas mentah dan mengikuti indeks luar negeri, daya tawar harga akan tetap terbatas,” ujarnya. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 18 Februari 2026 dengan judul "Pangkas Kuota Produksi Tahun 2026 Bahlil Tak Mau Harga Nikel Dan Batubara Diatur Asing"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense