BREAKING NEWS
 

Pasokan Diperkuat, Harga Cabe Rawit Di Kramat Jati Mulai Turun

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 18 Februari 2026 14:49 WIB
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga cabe rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati mulai menunjukkan tren penurunan seiring tambahan pasokan dan penguatan distribusi menjelang puasa dan Idul Fitri. Sejumlah pedagang mengakui harga yang sebelumnya menyentuh kisaran Rp 90.000 per kilogram (kg) kini mulai terkoreksi.

“Sebelumnya harga bisa di kisaran Rp 90.000-an per kg. Sekarang bisa turun sekitar Rp 5.000 menjadi Rp 85.000 atau bahkan Rp 80.000, tergantung hasil tawar-menawar. Pembeli biasanya mulai menawar di Rp 80.000, bahkan Rp 70.000–Rp 80.000,” ujar salah satu pedagang, Ujang, di Jakarta, dikutip Rabu (18/2/2026).

Pedagang lainnya, H Joharlis, mengatakan tambahan pasokan dari luar daerah, termasuk dari Sulawesi Selatan, membantu menjaga harga tetap terkendali.

“Harganya sudah turun sedikit. Kalau tidak dibantu dari Makassar, harga cabe bisa saja mencapai Rp 150.000. Biaya distribusinya sekitar Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per kg. Dalam kondisi seperti ini, kalau ongkosnya dibantu, harga bisa ditekan,” katanya.

Baca juga : Bahas Kebijakan Pro Rakyat, Prabowo Kumpulkan Menteri Di Hambalang Minggu Malam

Menurut dia, jika biaya distribusi dapat ditekan atau difasilitasi pemerintah, pedagang tidak memiliki alasan untuk menaikkan harga sehingga harga tetap stabil di tingkat pasar.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menjelaskan secara nasional produksi cabe rawit dalam kondisi cukup. Kenaikan harga sebelumnya lebih dipengaruhi kendala teknis distribusi dan panen.

Adsense

“Secara prinsip stok dan produksi tinggi. Namun, ada kendala saat panen. Ketika curah hujan tinggi, tenaga kerja enggan memetik karena risiko cabe cepat busuk,” ujar Ketut saat melakukan inspeksi mendadak bersama Satgas di Pasar Induk Kramat Jati.

Ia menambahkan faktor cuaca dan momentum libur turut memengaruhi ketersediaan tenaga kerja panen sehingga pasokan yang masuk ke pasar sempat berkurang.

Baca juga : Pramono Resmikan Meruya Sport Park, Buat Olahraga Warga Dibuka Sampai Malam

Untuk mempercepat stabilisasi, Bapanas mengoptimalkan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), khususnya dengan membantu menekan ongkos angkut dari sentra produksi ke Jakarta yang saat ini berkisar Rp 9.000–Rp 10.000 per kg.

“Sebagaimana perintah Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, lakukan FDP agar harga bisa terkoreksi minimal Rp5.000 sampai Rp 10.000,” kata Ketut.

Pasokan tambahan difokuskan dari sentra produksi terdekat seperti Jawa Barat serta dari Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Enrekang, yang menyatakan kesiapan memasok cabe rawit ke Jakarta.

Sementara itu, Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho menegaskan pihaknya bersama Bapanas dan dinas terkait terus melakukan pengawasan terhadap pasokan dan stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan nasional.

Baca juga : Stok Aneka Cabai Di Jabar Aman Jelang Ramadan Dan Idul Fitri

“Kami bersama Bapanas dan dinas terkait terus memonitor dan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan kestabilan harga. Kami berharap pasokan lancar dan harga tetap stabil,” ujarnya.

Dengan peningkatan pasokan dan intervensi biaya distribusi, harga cabe rawit di tingkat pasar induk mulai terkoreksi dan diharapkan segera diikuti stabilisasi di pasar turunan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense