BREAKING NEWS
 

Singapore Airlines di Atas Awan Digital: Menenun Layanan Masa Depan Melalui AI

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 20 Februari 2026 14:24 WIB
Airbus A380-800 in Singapore Airlines Livery. (Foto: Dok. Singapore Airlines)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di balik kemilau kabin kelas utama dan senyum hangat para awak kabin Singapore Airlines (SIA) yang ikonik, sebuah revolusi sunyi tengah berlangsung.

Bukan tentang pembaruan menu gourmet atau desain kursi ergonomis terbaru, melainkan tentang deretan baris kode dan algoritma kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi "otak" baru di balik operasional maskapai terbaik dunia ini. SIA tidak lagi sekadar menerbangkan penumpang dari satu titik ke titik lain.

Melalui rangkaian kemitraan strategis bersama raksasa teknologi OpenAI, Salesforce, dan Sky scanner, maskapai berlambang burung silver bird ini sedang mendefinisikan ulang apa artinya "melayani" di era digital.

Inilah upaya berkelanjutan SIA dalam merajut teknologi ke dalam jantung layanan pelanggan.

Bayangkan seorang asisten virtual yang tidak hanya kaku menjawab pertanyaan jadwal, tetapi mampu memahami nuansa emosi, diagram, hingga video. Inilah buah dari kolaborasi perdana OpenAI dengan maskapai penerbangan dunia.

Teknologi Generative AI (GenAI) yang disuntikkan ke dalam sistem SIA memungkinkan pelanggan merencanakan perjalanan dengan cara yang jauh lebih intuitif.

George Wang, Senior Vice President Information Technology Singapore Airlines, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk adaptasi terhadap zaman.

Baca juga : Pemerataan Akses Digital, Telkomsat Kembangkan Layanan Internet Merah Putih

“Kolaborasi dengan OpenAI ini mencerminkan komitmen Singapore Airlines terhadap inovasi digital dan kepemimpinan di industri penerbangan. Dengan memanfaatkan solusi AI yang mutakhir, kami akan meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas staf, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik secara menyeluruh,” ujar Wang.

Singapore Airlines Service Center 

Bagi punggawa di darat, AI bukan sekadar alat, melainkan rekan kerja. Dengan kemampuan multi modal, staf dapat memproses informasi dari berbagai format secara instan, mulai dari penjadwalan kru yang rumit hingga kepatuhan regulasi yang ketat.

Semua dilakukan demi satu tujuan: ketepatan waktu dan kenyamanan penumpang.

Oliver Jay, Managing Director International OpenAI, melihat potensi besar dalam kerja sama ini.

“Kami sangat antusias mengeksplorasi bagaimana AI secara canggih dapat meningkatkan pengalaman perjalanan, memberdayakan karyawan, dan mengoptimalkan kegiatan operasional yang kompleks,” tuturnya.

Personalisasi Tanpa Sekat

Adsense

Selain itu, sentuhan personal yang selama ini menjadi kekuatan SIA kini diperkuat oleh Salesforce.

Melalui integrasi Agentforce dan Einstein in Service Cloud, SIA berupaya memastikan bahwa setiap interaksi pelanggan tidak terasa seperti berbicara dengan mesin dingin.

Baca juga : UNICEF Puji Indonesia Serius Bangun Generasi Masa Depan Melalui MBG

Data pelanggan yang sebelumnya terfragmentasi kini disatukan dalam Data Cloud, memungkinkan agen memahami riwayat dan kebutuhan penumpang bahkan sebelum mereka mengucapkannya.

CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong, mengungkapkan bahwa transformasi ini telah berjalan masif.

Dalam 18 bulan terakhir, SIA telah mengembangkan lebih dari 250 contoh kasus penggunaan AI generatif.

“SIA Group telah menjadi pelopor dalam penerapan solusi AI generatif. Integrasi Agentforce, Einstein in Service Cloud, dan Data Cloud ke dalam sistem manajemen kasus pelanggan SIA akan meningkatkan kemampuan kami dalam membantu pelanggan secara lebih efisien dan menandai langkah pertama dalam kolaborasi ini,” kata Goh.

Singapore Airlines Customer Service Desk

Senada dengan itu, Marc Benioff, Chair dan CEO Salesforce, menyebut bahwa kehadiran agen AI otonom adalah sebuah revolusi.

“Kami menghubungkan manusia dengan agen AI otonom yang tepercaya, membuka peluang baru dalam produktivitas, inovasi, dan pertumbuhan,” jelasnya.

Memangkas Jarak Transaksi Transformasi ini pun menyentuh aspek paling mendasar: kemudahan memesan tiket. Melalui adopsi New Distribution Capability (NDC) bersama Sky scanner, SIA memangkas birokrasi digital.

Baca juga : Menko Airlangga Jamin Stabilitas Bursa Di Masa Transisi BEI

Pelanggan kini bisa memilih kursi dan menyelesaikan pembayaran langsung di platform pencarian tanpa perlu dialihkan ke situs lain.

Singapore Airlines First Class Check-In 

Campbell Wilson, Senior Vice President Sales & Marketing SIA, menyebutkan bahwa Sertifikasi NDC Tingkat 3 yang diraih maskapai adalah kunci untuk memberikan layanan yang lebih personal di saluran pihak ketiga.

“Kami sangat gembira memberikan kenyamanan lebih bagi para pelanggan yang melakukan pemesanan penerbangan. Kami akan mencari lebih banyak koneksi dengan para mitra perjalanan untuk meningkatkan distribusi melalui saluran penjualan pihak ketiga,” ungkap Wilson.

Langkah ini diapresiasi oleh Hugh Aitken dari Sky scanner dan Yanik Hoyles dari IATA, yang melihat SIA tengah mengambil langkah besar menuju era baru ritel maskapai yang lebih modern dan ramping.

Di ketinggian 35.000 kaki, teknologi mungkin bersifat niskala, tidak terlihat oleh mata telanjang. Namun, melalui algoritma yang kian cerdas dan sistem yang kian terintegrasi, Singapore Airlines sedang membuktikan bahwa di masa depan, kemewahan bukan hanya soal apa yang bisa disentuh, melainkan seberapa mulus dan personal sebuah perjalanan dapat dirasakan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense