Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
UNICEF Puji Indonesia Serius Bangun Generasi Masa Depan Melalui MBG
Kamis, 5 Februari 2026 13:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - United Nations Children’s Fund (UNICEF), Lembaga PBB untuk Dana Anak-anak, memuji keseriusan Pemerintah Indonesia dalam membangun generasi masa depan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut UNICEF, program nasional yang dipimpin Badan Gizi Nasional (BGN) ini merupakan contoh nyata upaya Pemerintah berskala besar.
“UNICEF mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan gizi ibu dan anak,” ujar Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, di Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan UNICEF dalam rangkaian kunjungan bersama delegasi Kedutaan Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia dan Pemerintah Indonesia ke sejumlah lokasi layanan MBG di Kabupaten dan Kota Jayapura. Lokasi yang dikunjungi antara lain sekolah, Posyandu, serta dapur layanan gizi.
Baca juga : Federasi BPW Indonesia Resmi Luncurkan BPW Muda
Hingga Januari 2026, Program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam pencegahan stunting sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di Papua, MBG menjawab tantangan utama daerah, mulai dari tingginya prevalensi stunting, keterbatasan akses layanan gizi, hingga kesenjangan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendekatan terpadu berbasis sekolah dan komunitas melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), MBG mendorong anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui memperoleh akses rutin terhadap makanan bergizi, edukasi gizi, serta layanan kesehatan pendukung.
Anak-anak Papua gembira saat menyantap MBG. (Foto: Dok. BGN)
Dukungan terhadap penguatan implementasi MBG juga datang dari Pemerintah Republik Rakyat China melalui kerja sama dengan UNICEF. Menteri Penasihat Kedutaan Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, Li Hongwei, mengatakan pihaknya memahami tantangan yang dihadapi Indonesia karena pernah berada pada kondisi serupa.
Baca juga : Federasi BPW Indonesia Resmi Luncurkan BPW Muda untuk Regenerasi Pemimpin
“China pernah berada dalam kondisi miskin dan lemah, ketika permasalahan gizi anak menjadi tantangan besar. Melalui kerja keras selama puluhan tahun, kami berhasil melakukan perbaikan besar dalam kesejahteraan dan gizi anak-anak,” ujar Li Hongwei.
Karena itu, China mendukung penuh Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan standar gizi anak-anak dan perempuan di Papua. “Kami berharap kerja sama antara Pemerintah China, UNICEF, dan Pemerintah Indonesia dapat terus menjadi contoh teladan kerja sama tripartit yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional, Sarwono, mengatakan bahwa kolaborasi dengan mitra internasional turut memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, terutama melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan teknis di lapangan.
Baca juga : DPR Puji Respon Cepat Menteri Bahlil Atasi Persoalan BBM Di Papua Barat
Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, menambahkan bahwa MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan upaya penguatan ekosistem layanan gizi yang berdampak jangka panjang.
“Program MBG menjawab kebutuhan Papua dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik secara konsisten, mereka memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi Papua yang kuat,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen bersama Pemerintah Indonesia, UNICEF, dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok untuk terus memperkuat sistem gizi berbasis komunitas dan berorientasi pada kualitas, sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Papua dan percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya