Dark/Light Mode

Menko Airlangga Jamin Stabilitas Bursa Di Masa Transisi BEI

Sabtu, 31 Januari 2026 21:37 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai rapat koordinasi penguatan pasar modal di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: UMM/RM.ID)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai rapat koordinasi penguatan pasar modal di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: UMM/RM.ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menjamin stabilitas serta kelangsungan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap terjaga di tengah masa transisi kepemimpinan. Pemerintah menegaskan tidak akan ada gangguan dalam operasional maupun pengawasan pasar modal.

Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Dalam paparannya, Airlangga menekankan bahwa transisi kepemimpinan di BEI telah disiapkan secara matang dan berjalan sesuai tata kelola yang berlaku.

“Pemerintah memastikan tidak ada gangguan dalam operasional bursa. Transisi kepemimpinan berjalan aman dan terkendali,” kata Airlangga.

Baca juga : Kinerja Solid, Bank Aladin Syariah Gelar Program Umrah Nasabah Ala Pensiun

Rapat yang berlangsung hingga malam hari tersebut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN/COO Danantara Dony Oskaria, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Turut hadir dari regulator pasar keuangan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi.

Dari pihak bursa, rapat dihadiri Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. Jeffrey baru ditunjuk sebagai Dirut BEI setelah menggantikan Iman Rachman, yang mengundurkan diri dari jabatannya sehari sebelumnya.

Airlangga menegaskan, stabilitas pasar modal tidak bisa dilepaskan dari kekuatan fundamental ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di kisaran 5 persen, inflasi terkendali sesuai target APBN, cadangan devisa berada pada level yang kuat, serta sektor perbankan nasional tetap sehat dengan rasio permodalan yang tinggi.

Baca juga : Isu Akuisisi Greenland, RI Serukan Perdamaian Dan Stabilitas Kawasan

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga menegaskan agenda penguatan integritas pasar modal. Salah satu langkah utama yang didorong adalah reformasi struktural melalui percepatan demutualisasi BEI serta peningkatan likuiditas dengan menaikkan minimum free float menjadi 15 persen, sejalan dengan standar global.

“Kita ingin bursa yang transparan, likuid, dan berintegritas. Karena itu, praktik manipulatif tidak akan ditoleransi,” tegas Airlangga.

Menurutnya, praktik spekulatif seperti manipulasi harga dan saham gorengan tidak hanya merugikan investor, tetapi juga merusak kredibilitas pasar modal nasional serta berpotensi menghambat arus investasi asing yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Terkait penegakan aturan, Airlangga menegaskan BEI bersama OJK dan aparat penegak hukum akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar peraturan bursa, POJK, maupun undang-undang jasa keuangan yang berlaku.

Baca juga : Menko Airlangga Dampingi Presiden Luncurkan Kerja Sama Baru RI–Inggris

Dalam masa transisi kepemimpinan, pemerintah memastikan tidak ada kekosongan pengawasan maupun operasional. Pejabat pelaksana tugas disiapkan untuk memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan pengawasan pasar modal tetap berjalan normal.

“Pesan Presiden jelas. Fundamental ekonomi Indonesia kuat, dan pemerintah berdiri penuh di belakang pasar modal nasional dengan komitmen menciptakan iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia,” ujar Airlangga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.