RM.id Rakyat Merdeka - Kantor Wilayah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan DKI Jakarta menyambut positif penetapan jajaran Dewan Pengawas dan Direksi baru periode 2026-2031 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kepemimpinan baru dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) sekaligus mendorong percepatan cakupan perlindungan semesta (universal coverage).
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian mengatakan, seluruh jajaran wilayah siap menjalankan arah kebijakan strategis yang ditetapkan manajemen pusat.
"Pergantian kepemimpinan merupakan momentum untuk mempercepat perluasan perlindungan pekerja, khususnya sektor informal, pekerja mandiri, serta pelaku usaha mikro yang masih membutuhkan akses Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," kata Deny di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun Gencarkan Layanan Digital
Menurut Deny, Kanwil DKI Jakarta akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, asosiasi usaha, komunitas pekerja, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung peningkatan kepesertaan dan kepatuhan iuran.
Selain itu, penguatan layanan digital, percepatan proses klaim, dan peningkatan kualitas pelayanan langsung kepada peserta menjadi fokus utama.
Deny berharap kepemimpinan baru mampu memperkokoh kepercayaan publik melalui tata kelola yang transparan dan profesional, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan dana jaminan sosial.
"Kami optimistis dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, perlindungan pekerja di DKI Jakarta maupun nasional dapat semakin luas sehingga turut memperkuat ketahanan sosial ekonomi pekerja dan keluarganya," ujarnya.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Kurir JNE
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan susunan kepemimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan melalui Keputusan Presiden Nomor 18/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Pengawas serta Direksi masa jabatan 2026-2031 yang efektif berlaku mulai 19 Februari 2026. Pelantikan jajaran baru dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar yang mewakili Presiden.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah dan menegaskan arah strategis lima tahun ke depan melalui pendekatan 3C: Coverage, Care, dan Credibility.
"Prioritas utama adalah memperluas kepesertaan secara terstruktur karena masih banyak pekerja, terutama sektor informal dan pekerja migran, yang belum terlindungi," katanya.
Perluasan tersebut akan dilakukan melalui percepatan akuisisi peserta baru, optimalisasi kanal distribusi, kolaborasi ekosistem, serta penguatan kepatuhan iuran.
Baca juga : Kolaborasi BRI, BP Batam, BKPM dan Kementerian UMKM Perkuat Investasi Daerah
Pada aspek layanan, manajemen akan memperkuat inovasi dan transformasi digital agar pelayanan lebih cepat, mudah, transparan, dan dirasakan sebagai kehadiran negara bagi pekerja dan keluarganya.
Sementara pada aspek tata kelola, penguatan kredibilitas dilakukan melalui integrasi data, proses yang akuntabel, serta kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan.
"Penguatan kredibilitas data, proses, kepatuhan, dan kolaborasi diharapkan meningkatkan kepercayaan pemerintah, pemberi kerja, dan masyarakat," kata Saiful.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan pengawasan Dewan Pengawas, BPJS Ketenagakerjaan optimistis mampu semakin profesional, terpercaya, serta memperkuat ketahanan sosial ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.