RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap rantai distribusi minyak goreng rakyat, MinyaKita. Permintaan itu menyusul temuan komoditas tersebut yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar tradisional.
Dalam inspeksi mendadak di Pasar Agung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026), Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menemukan MinyaKita dibanderol seharga Rp 17.500 per liter hingga Rp 18.000 per liter.
Padahal, Pemerintah telah menetapkan HET MinyaKita sebesar Rp 15.700 per liter.
“Ini yang perlu segera dibenahi karena MinyaKita adalah minyak Pemerintah. Harganya harus sesuai dengan harga Pemerintah. Tidak ada cerita harganya di atas HET,” tegas Sarwo dalam keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).
Baca juga : Pram Bakal Tindak Tegas Usaha Langgar Peraturan
Sarwo memastikan Satgas Pangan Polda Metro Jaya akan menelusuri asal muasal pasokan tersebut guna memetakan titik sumbat dalam distribusi.
Menurutnya, jika pasokan berasal dari Perum Bulog dengan harga distribusi Rp 14.500 per liter, pedagang seharusnya sudah mendapat margin keuntungan yang wajar.
“Nanti teman dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya akan menelusuri dari mana dapatnya minyak goreng tersebut. Kita harus menelusuri dari hulunya, dari distributornya, dari pabrik mana,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Depok Widyati mengatakan, pihaknya akan memperketat pemetaan pasar rakyat untuk memastikan kepatuhan harga.
Baca juga : Bergaya Napi, Juve Dipermak Como
“Kita juga bakal terus menjaga koordinasi dengan Bulog terkait harga pangan pokok penting,” kata Widyati.
Selain minyak goreng, sidak tersebut mencatat harga beras masih terkendali sesuai HET, yakni Rp 13.500 per kilogram (kg) untuk medium dan Rp 14.900 per kg untuk premium.
Harga daging sapi juga bertahan di angka Rp 140.000 per kg sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).
Namun, harga cabai rawit merah terpantau masih tinggi di kisaran Rp 100.000–Rp 120.000 per kg akibat faktor cuaca. Pemerintah memprediksi harga akan melandai saat panen raya di sentra produksi, seperti Garut, Jawa Barat.
Baca juga : Top, Alcaraz Samai Rekor Andy Murray
Widyati juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti memperhatikan bobot timbangan saat membeli daging ayam.
“Tadi harganya Rp 48.000, tapi itu per kilogram. Mohon nanti ketika menanyakan harga ayam harus ditanya berapa kilo. Kadang-kadang harganya berapa, Rp 70.000, ternyata per ekor dan beratnya 2,1 kilogram,” jelasnya. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 23 Februari 2026 dengan judul "Satgas Diminta Cek Rantai Distribusi, Bapanas: Tak Ada Ceritanya Harga MinyaKita Di Atas HET"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.