RM.id Rakyat Merdeka - Pendampingan Astra di SMK Negeri 1 Takari, Kabupaten Kupang, mendorong lahirnya inovasi pembelajaran dan bengkel mandiri berbasis kolaborasi guru dan siswa, memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja dan wirausaha. SMK Negeri 1 Takari menjadi salah satu rujukan pendidikan vokasi di wilayah tersebut.
Sekolah ini melayani siswa dari sejumlah desa sekitar, seperti Oesusu, Benu, Takari, dan kawasan pedalaman lainnya di Kabupaten Kupang.
Sebagian besar siswa harus menempuh perjalanan jauh demi memperoleh pendidikan kejuruan yang relevan dengan dunia kerja.
Menjawab tantangan tersebut, Astra melalui Yayasan Astra secara bertahap melakukan pendampingan pendidikan vokasi yang berfokus pada penguatan kapasitas guru, pengembangan pembelajaran berbasis praktik, serta peningkatan kesiapan siswa memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.
Program ini dijalankan oleh Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas.
Baca juga : Usai Teken Perjanjian Tarif, Perusahaan AS Tetap Ikuti Aturan Investasi Di RI
"Bagi kami, pendidikan vokasi bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi membangun kepercayaan diri dan kemandirian generasi muda. Dari wilayah seperti Takari, kami percaya akan lahir talenta-talenta yang mampu berkontribusi bagi bangsa,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, Senin (23/2/2026).
SMK Negeri 1 Takari saat ini memiliki 322 siswa dalam lima konsentrasi keahlian, yaitu kriya kreatif kayu dan rotan, kriya kreatif batik dan tekstil, desain pemodelan informasi bangunan, teknik kendaraan ringan, serta teknik pengelasan.
Sekitar 80 persen siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana dan memilih SMK dengan harapan dapat langsung bekerja setelah lulus.
Sebelum pendampingan, proses pembelajaran menghadapi keterbatasan sarana praktik, minim alat pembelajaran, serta kebutuhan penguatan metode pengajaran agar lebih kontekstual dan sesuai kebutuhan industri.
Sejak 2021, Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim mendampingi sekolah melalui pendekatan bertahap, mulai dari penguatan karakter siswa, literasi dan numerasi bagi 23 guru, hingga penguatan teaching factory pada 2023 untuk mendekatkan pembelajaran dengan praktik dunia kerja.
Baca juga : Formula Komit Edukasikan Kesehatan Gigi Dorong Inovasi Berbasis Teknologi
Pendampingan ini melahirkan inovasi pembelajaran di tengah keterbatasan sarana. Pada jurusan teknik kendaraan ringan, guru dan siswa mengembangkan alat simulasi pembelajaran, seperti sistem penerangan dan sistem starter kendaraan.
Inovasi tersebut dikembangkan menjadi aplikasi pembelajaran digital bernama Gaspol, yang memuat materi pengenalan komponen, simulasi rangkaian, serta kuis pembelajaran. Aplikasi ini telah dimanfaatkan lebih dari 75 siswa dalam sesi praktik.
Dampak pendampingan mulai terlihat pada kesiapan lulusan. Sejumlah alumni telah bekerja di sektor jasa otomotif maupun menjalankan usaha mandiri.
Salah satu lulusan jurusan pengelasan kini mengelola bengkel sendiri dan kembali ke sekolah sebagai penguji praktik bagi adik kelasnya.
Selain itu, Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim membuka akses keberlanjutan pendidikan melalui kerja sama dengan Politeknik Astra, memberikan kesempatan beasiswa penuh bagi siswa kelas XII dengan kuota hingga enam orang per tahun.
Baca juga : Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Jerat 3 Tersangka Korporasi
Pendampingan berkelanjutan ini menjadikan SMK Negeri 1 Takari sebagai rujukan bagi sekolah kejuruan lain di Kabupaten Kupang, khususnya dalam penguatan pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi guru–siswa.
Kisah lengkap perjalanan pendampingan ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia. Program ini sejalan dengan komitmen Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.