Dark/Light Mode

Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Group Pangkas Bunga Mekaar 5 Persen

Sabtu, 14 Februari 2026 10:20 WIB
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya memberikan sambutan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). (Dok. BRI)
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya memberikan sambutan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). (Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar menggembirakan untuk emak-emak pelaku usaha ultra mikro. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Group resmi memangkas suku bunga pembiayaan PNM Mekaar sebesar 5 persen.

Pengumuman itu disampaikan dalam acara “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” di Sumedang, Jumat (13/2/2026). Hadir dalam acara tersebut Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, dan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman. Sekitar 700 nasabah mikro turut meramaikan acara itu.

Riko menegaskan, ini kali pertama dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar bunga pembiayaannya diturunkan.

“Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun, tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan sebesar 5 persen dari biaya bunga sebelumnya. Kebijakan ini akan langsung menurunkan angsuran nasabah, sehingga memberi ruang lebih lega bagi pelaku usaha mengembangkan usahanya,” ujar Riko.

Baca juga : Pelindo Patok Tahun Ini Arus Petikemas Tumbuh 5 Persen

Program PNM Mekaar sendiri merupakan layanan pembiayaan kelompok bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. BRI Group melalui PNM, sebagai Holding Ultra Mikro, ingin memastikan akses pembiayaan formal semakin terjangkau dan berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi tameng dari praktik kredit informal dan pinjaman online berbunga tinggi yang kerap menjerat masyarakat kecil.

FLPP Dobel, Akses Hunian Diperluas

Tak hanya soal pembiayaan ultra mikro, BRI juga mendukung target 3 Juta Rumah dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kuota FLPP BRI pada 2025 naik drastis dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit—melonjak hampir 100 persen secara tahunan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyerahkan simbolis pembiayaan FLPP dan KPP kepada nasabah pada kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). (Dok. BRI)

Baca juga : Gubernur Pramono Larang KJP Digadaikan dengan Alasan Apa Pun

Hingga 11 Februari 2025, BRI telah menyalurkan FLPP untuk 3.174 unit rumah. Capaian ini menempatkan BRI sebagai salah satu bank dengan penyaluran FLPP tertinggi di antara perbankan nasional.

BRI juga memperkuat Kredit Program Perumahan (KPP), skema pembiayaan investasi dan modal kerja bersubsidi yang menyasar sektor bahan bangunan dan konstruksi. Efeknya, roda UMKM bergerak dari sisi supply dan demand.

Pada 2026, BRI telah menyerap kuota KPP sebesar Rp2,18 triliun kepada 16.517 debitur. Angka itu setara 27,25 persen dari target Rp8 triliun tahun ini. Kontribusinya mencapai sekitar 49 persen dari total penyaluran nasional—tertinggi di antara perbankan.

Riko mengingatkan, backlog kepemilikan rumah masih mencapai 32,3 juta unit. Tantangan ini, kata dia, harus dijawab secara kolaboratif.

Baca juga : Perkuat Kemitraan, IHH Healthcare Malaysia Tingkatkan Layanan untuk Pasien

“BRI terus memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengintegrasikannya dengan penguatan ekonomi keluarga agar kesejahteraan masyarakat terjaga dalam jangka panjang,” tegasnya.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah BRI. Menurutnya, kepemilikan rumah harus berjalan beriringan dengan akses pembiayaan yang ringan agar keluarga tetap bisa bertahan dan berkembang.

“Terima kasih BRI. Presiden Prabowo tentu sangat senang karena setiap kebijakan harus berbuah baik bagi rakyat. Dengan bunga lebih ringan, keluarga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan usaha, dan menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang,” ujar Maruarar.

Langkah ini menjadi sinyal jelas: rumah dibangun, usaha dikuatkan, bunga diringankan. Ekonomi rakyat pelan tapi pasti dipompa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.