RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan produk BSI Tabungan Umrah. Melalui layanan teranyar ini, Bank pelat merah itu, menargetkan memiliki satu juta nasabah baru. Khususnya nasabah Generasi Milenial dan Gen Z.
Pada 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia melampaui 2 juta orang atau tumbuh 36 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menurut Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, tren peningkatan perjalanan umrah ini terjadi bersamaan dengan panjangnya antrean haji, dan menguatnya tren halal lifestyle.
“Ini yang menjadikan umrah bukan lagi sekadar ibadah musiman, melainkan bagian dari wisata religi sebagai gaya hidup generasi baru,” jelas Anton dalam acara peluncuran produk BSI Tabungan Umrah sekaligus buka puasa bersama di Jakarta, Senin (23/2/2026) malam.
Baca juga : Alarm Evaluasi Manajemen Keselamatan Dan Operasional
Sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, BSI melihat pasar umrah bergerak ke segmen usia yang lebih muda. Tak lagi didominasi generasi baby boomers. Artinya, milenial dan saat ini mulai merencanakan perjalanan spiritual sejak dini.
Untuk itu, pendekatan kepada generasi Milenial dan Gen Z dilakukan dengan edukasi dan literasi agar mereka dapat mewujudkan mimpinya dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis perencanaan keuangan.
Anton menyebut, perubahan ini sebagai sinyal kuat bagi industri perbankan syariah untuk masuk lebih dalam ke sektor Islamic ecosystem, terutama halal lifestyle.
Apalagi, imbuh Anton, halal lifestyle kini menjadi gaya hidup, termasuk umrah dan wisata religi, sehingga ini menjadi peluang bagi perseroan untuk memfasilitasi atau menjembatani keinginan ibadah, dengan perencanaan keuangan yang matang dan aman.
Baca juga : Real Madrid Vs Benfica, Berpotensi Muncul Drama Tambahan
“Lewat langkah ini, BSI tak sekadar meluncurkan produk baru. Tetapi sedang menancapkan posisi di jantung ekosistem umrah nasional,” kata Anton.
Anton melanjutkan, di tengah ledakan minat umrah, perseroan ingin memastikan satu hal. Yakni ibadah ke Tanah Suci kini bisa direncanakan sejak dini, bukan lagi menunggu usia senja.
“Di tahap awal, BSI menargetkan Tabungan Umrah dapat menarik lebih dari 1 juta nasabah dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana murah perseroan,” harapnya.
Hingga Desember 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 16,20 persen yoy menjadi Rp 380 triliun, dengan porsi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) mencapai 61,62 persen atau Rp 234 triliun. Pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 15,72 persen yoy menjadi Rp 162,63 triliun.
Baca juga : Meksiko Terbuka, Tragis! Juara Bertahan Tumbang Di Babak Awal
Anton bilang, dengan inisiatif ini, BSI optimistis dapat memperluas inklusi keuangan syariah, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih siap secara spiritual dan finansial.
Harapannya, tabungan umrah ini menjadi entry gate ekosistem haji dan umrah yang bisa digarap secara maksimal.
“BSI juga bersinergi dengan travel haji dan umrah maupun bisnis-bisnis lain yang menjadi multiplier effect ibadah umrah,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengapresiasi dukungan BSI dalam kemudahan layanan perbankan bagi jemaah umrah Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.