BREAKING NEWS
 

Mandek Bertahun-tahun, Blok Masela Diberesin Purbaya

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Rabu, 25 Februari 2026 07:50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Instagram/menkeuri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah mandek selama bertahun-tahun, proyek raksasa Blok Masela akhirnya kembali digerakkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun tangan langsung membedah satu per satu hambatan investasi LNG Abadi Masela yang nilainya ratusan triliun rupiah. 

Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP), Purbaya memimpin sidang penyelesaian hambatan usaha (debottlenecking) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Sidang ini khusus membahas Proyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Masela di Maluku. 

Sidang hambatan investasi atau debottlenecking bersama INPEX Masela Ltd. dan pihak terkait di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Foto: Instagram/menkeuri)

Hadir dalam rapat tersebut pihak Inpex Masela Ltd selaku operator Blok Masela, perwakilan PT Pertamina (Persero) sebagai mitra, SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian PPN/Bappenas, serta Kementerian Kehutanan. 

Baca juga : Lawan KPK Di Praperadilan, Yaqut Dikawal Banser

“Pada siang hari ini kita akan membahas masalah investasi besar Inpex di Abadi Masela,” kata Purbaya. 

Menurut dia, proyek strategis ini terlalu lama tertahan. “Ini sudah puluhan tahun. Saya dengar tujuh tahun lalu sampai sekarang belum juga jadi. Kita ingin tahu apa masalahnya dan akan kita pecahkan secepatnya,” tegasnya. 

Executive Project Director Inpex Masela Jarrad Blinco memaparkan, realisasi proyek dengan potensi investasi 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 351 triliun masih terganjal sejumlah persoalan perizinan dan sosial. 

Baca juga : Isu Maritim Panas Di Laut, Ramai Di Panggung Narasi

Setidaknya ada lima tantangan utama. Pertama, memastikan penerimaan masyarakat (community acceptance) pasca terbitnya izin pelepasan kawasan hutan dan pemanfaatan ruang laut. Kedua, pengamanan area fasilitas laut (marine facilities). Ketiga, penyelesaian persetujuan AMDAL final setelah tahap Front-End Engineering Design (FEED) rampung. 

Keempat, mitigasi potensi gangguan sosial. Kelima, pemenuhan izin dan formalitas administratif untuk masuk tahap Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI). 

“Kami memerlukan bantuan pemerintah,” ujar Jarrad. 

Adsense

Baca juga : Dony Oskaria: Langkah Percepat Transformasi Tata Kelola BUMN

Saat ini proyek berada pada tahap FEED yang ditargetkan selesai tahun ini. Setelah itu, perusahaan akan masuk fase tender Engineering, Procurement and Construction (EPC) untuk menentukan struktur biaya riil pengembangan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense