Sebelumnya
“Ritel modern yang sudah ada kita hormati. Tapi kalau ingin ekspansi sampai ke desa, ya perlu diingat ada ranah ekonomi yang menjadi hak rakyat juga,” ucap Ferry.
Menurut Ferry, desa semestinya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis warga, agar perputaran dana tetap berada di lingkungan setempat demi kesejahteraan komunitas.
Baca juga : Semoga Segera Terwujud, Pasar Kramat Jati Mau Kelola Sampah Mandiri
Sementara, terkait teknis di lapangan, Budi mengingatkan pentingnya peran Pemerintah Daerah (Pemda) mengatur keseimbangan usaha.
Pengaturan ini harus disesuaikan dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar tidak terjadi tumpang tindih lahan usaha.
Baca juga : Leeds United Vs Manchester City, Sengit Di Elland Road
Budi meyakini, KDMP memiliki nilai tambah karena berfungsi layaknya gerai modern dengan variasi komoditas luas, tapi kepemilikannya tetap berada di tangan warga.
“Koperasi desa kan milik desa, sehingga apa pun yang dihasilkan untuk kemakmuran masyarakat desa tersebut,” pungkasnya. NOV
Baca juga : Jetlag, Alwi Farhan Susah Tidur
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 28 Februari 2026 dengan judul "Distribusi Barang Kebutuhan Pokok Di Desa Mendag Dukung Sinergi Koperasi Dan Ritel Modern"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.