Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Impor 105 Ribu Mobil Dari India, Kemenhan Sampaikan Penjelasan
Jumat, 27 Februari 2026 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) ikut buka suara soal keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu unit pick up dari India untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kemenhan menegaskan tak terkait impor tersebut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait yang memastikan tidak ada keterlibatan kementeriannya dalam proses importasi tersebut.
“Tidak benar, sekali lagi, tidak benar Kemenhan melakukan pemudahan dan sebagainya, itu tidak ada,” kata Rico saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Sebelumnya beredar di media sosial narasi yang menyebut impor 105 ribu unit pick up dari India dibekingi Kemenhan. Tudingan tersebut dikaitkan dengan Kemenhan menerima hibah empat unit Mahindra Scorpio produksi Mahindra & Mahindra.
Rico mengakui, pada Desember 2025 memang terdapat hibah empat unit kendaraan dari Mahindra yang disalurkan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara kepada Kemenhan. Kendaraan itu diterima oleh Sekretaris Jenderal Kemenhan.
Baca juga : Urusan Dagang, Trump Dinilai Mencla-mencle
Namun, ia menegaskan hibah tersebut berdiri sendiri dan tidak terkait dengan rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga dari India. Menurut Rico, empat unit kendaraan itu langsung didistribusikan kepada satuan TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Sejak diterima pada Desember 2025, kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung distribusi logistik, bantuan obat-obatan, serta mobilisasi personel dalam operasi tanggap darurat.
“Kemenhan memastikan setiap dukungan yang diterima dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Untuk diketahui, Agrinas berencana mengimpor total 105.000 unit kendaraan niaga dari India dengan nilai pengadaan mencapai Rp 24,66 triliun untuk mendukung operasional KDKMP.
Rinciannya meliputi 35.000 unit Scorpio 4x4 dari Mahindra & Mahindra, 35.000 unit pick up 4x4 Yodha serta 35.000 unit truk ringan Ultra T.7 dari Tata Motors.
Baca juga : Konflik Laut China Selatan, Nelayan Filipina Sulit Melaut
Rencana impor tersebut menuai kritik dari politisi di Senayan, juga asosiasi produsen otomotif dan industri turunannya di dalam negeri. Meski demikian, Agrinas tetap melanjutkan proses impor dan telah membayar uang muka (down payment/DP) sebesar Rp 7,3 triliun dari total nilai pembelian Rp 24,6 triliun.
Sebagian unit kendaraan dilaporkan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Sebagian lagi sudah masuk Surabaya, Jawa Timur.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan, sebanyak 200 unit pick up Mahindra 4x4 telah didistribusikan. Pekan depan, 400 unit tambahan dijadwalkan tiba, dengan target 1.000 unit masuk hingga akhir bulan ini.
Ia juga mengklaim pengadaan tersebut berpotensi menghemat hingga Rp 46 triliun. Selain itu, produsen asal India disebut menjamin ketersediaan jaringan bengkel, dealer, dan suku cadang di Indonesia.
Kata dia, Mahindra berencana membuka fasilitas perakitan di Indonesia pada 2027 atau 2028. Sementara itu, Tata Motors menargetkan pembangunan fasilitas pada 2029.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar rencana impor 105 ribu mobil pick up tersebut ditunda. “Mengenai rencana impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk ditunda dulu,” kata Dasco di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Polemik impor kendaraan niaga ini pun masih menjadi sorotan publik, terutama terkait dampaknya terhadap industri otomotif nasional dan transparansi proses pengadaan. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya