Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat suntikan dana hibah senilai 2,49 juta dolar AS atau sekitar Rp 41 miliar dari Pemerintah Amerika Serikat (AS). Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat pengembangan konsep kota pintar alias smart city.
Dukungan itu diberikan melalui penandatanganan kontrak kerja sama antara Otorita IKN dan U.S. Trade and Development Agency (USTDA). Hibah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat perencanaan cetak biru Smart City IKN yang terintegrasi, siap investasi, dan implementatif guna mempercepat transformasi Nusantara sebagai kota cerdas, berkelanjutan, serta menarik bagi investor global.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan fondasi utama pembangunan Nusantara. “Visi kami jelas: Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” ujar pria yang akrab disapa Pak Bas ini, dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
USTDA merupakan lembaga independen Pemerintah AS yang bertujuan mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi. Dukungan tersebut juga mencerminkan kepercayaan internasional terhadap visi pembangunan IKN sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan prinsip keberlanjutan.
Asistensi teknis ini akan menghasilkan sejumlah dokumen strategis, meliputi Smart City Enterprise Architecture, Procurement-Ready RFP Packages, Financial and Investment Model, ESG Compliant Framework (PESIA), Capacity Building Roadmap, serta Implementation Phasing Plan.
Baca juga : Disambut Jet Tempur F16 & Putra Mahkota, Prabowo Tamu Spesial Yordania
“Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” ucap Pak Bas.
Proyek ini melibatkan konsorsium yang terdiri atas Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis, bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia (Center of Excellence on Smart City), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia (Partner Google Cloud Platform).
Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif program ini, Subhranshu Sekhar Das, memaparkan visi jangka panjang pengembangan kota kognitif.
Dia menerangkan, IKN memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas. “Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City. Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif,” ungkapnya.
Menurut dia, Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar, melakukan simulasi, serta mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, dan layanan publik. “Nusantara berpotensi menjadi model rujukan global bagi paradigma perkotaan berbasis kecerdasan ini,” ujar Subhranshu.
Baca juga : Ambang Batas Parlemen, Parpol Koalisi Belum Sehati
Melalui dukungan hibah dan kolaborasi lintas sektor ini, Otorita IKN berkomitmen memastikan Nusantara tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dirancang dengan sistem digital yang matang, aman, dan berorientasi masa depan. Cetak biru tersebut diharapkan menjadi landasan implementasi Smart City yang konkret sekaligus model percontohan bagi pengembangan kota cerdas di Indonesia maupun dunia.
Bantuan Kurma Arab Saudi
Di momen Ramadan ini, IKN menerima bantuan dua ton kurma dari Arab Saudi untuk mendukung aktivitas keagamaan di kawasan ibu kota baru tersebut. Penyerahan dilakukan langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Masjid Negara IKN, Jumat (20/2/2026). Bantuan tersebut kemudian didistribusikan ke masjid, musala, dan pondok pesantren di wilayah IKN dan sekitarnya.
Secara simbolis, Menag menyerahkan bantuan kepada perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) pengelola masjid, perwakilan pondok pesantren, pekerja konstruksi, serta unsur masyarakat di kawasan ibu kota baru. Dari total dua ton kurma, lebih dari 100 kilogram telah lebih dahulu dikirim menggunakan pesawat dan langsung diserahkan, sementara sisanya dikirim melalui jalur laut.
IKN juga menerima hibah 1.000 mushaf Al-Qur’an. Sebanyak 400 mushaf merupakan sumbangan Dharma Wanita Persatuan dan 600 lain berasal dari Sinar Mas.
Pak Bas mengapresiasi perhatian Kementerian Agama terhadap pembangunan pusat peribadatan di ibu kota baru. Kata dia, dukungan tersebut memperkuat pembangunan IKN tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga spiritual dan pembinaan keagamaan.
Tren Investasi Positif
Baca juga : Soal Tarif Dagang, Bukannya Melunak, Trump Makin Keras
Dari sisi investasi, penanaman modal di IKN terus menunjukkan tren positif. Hingga awal 2026, tercatat 57 perusahaan telah berkomitmen berinvestasi dengan nilai mencapai Rp 72 triliun.
Menurut Pak Bas, peningkatan komitmen investasi swasta didorong semakin masifnya pembangunan di IKN, termasuk terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 serta kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke kawasan tersebut.
Yang terbaru, Otorita IKN menandatangani tiga Perjanjian Kerja Sama di Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara, Rabu (25/2/2026). Investor yang terlibat yaitu lain PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, serta PT Borneo Berkah Abadi.
Kerja sama tersebut mencakup pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik, mulai dari pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga di wilayah pengembangan 1A dan 1C. Seluruh proyek dirancang untuk mendukung kebutuhan aparatur sipil negara dan masyarakat di Kawasan Nusantara.
Pak Bas memastikan, pembangunan fasilitas komersial, sosial, serta pendukung lainnya akan terus didorong. "Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan berbagai aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik Ibu Kota Nusantara sebagai pusat peradaban baru di Indonesia," harap Pak Bas. BYU/FAQ
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya