RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat perbaikan jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) dan tol Trans Jawa menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman saat puncak mobilitas kendaraan.
Di jalur Pantura wilayah barat, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI–Jawa Barat mempercepat penanganan lubang di ruas jalan nasional.
Perbaikan difokuskan agar kondisi jalan siap menghadapi lonjakan kendaraan pada masa mudik.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, penanganan lubang menjadi prioritas dan ditargetkan tuntas sebelum puncak arus mudik.
Baca juga : Sinergi Regulator dan APH Perkuat Pengawasan Bahan Radioaktif
“Dilaporkan ada sekitar 7.000 lubang, sekarang sudah turun drastis ke angka 2.500. Kami pastikan sebelum arus mudik, hampir seluruhnya sudah pothole-free (bebas lubang),” ujar Dody, seperti dikutip Minggu (1/3).
Berdasarkan laporan terbaru, jumlah lubang yang semula tercatat sekitar 7.000 titik kini menyusut menjadi 2.500 titik.
Dalam jangka pendek, perbaikan dilakukan melalui metode patching atau penambalan cepat untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Untuk jangka menengah, Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan pelapisan ulang (overlay) serta peningkatan konstruksi menjadi rigid pavement atau beton di sejumlah titik kritis guna meningkatkan daya tahan jalan.
Perhatian juga diberikan pada ruas Pemalang–Pekalongan yang menjadi bagian penting koridor strategis Pantura dengan mobilitas kendaraan tinggi, termasuk angkutan logistik dan umum.
Baca juga : Kemenpora Buka Saluran Pengaduan Kasus Kekerasan dan Pelecehan terhadap Atlet
“Ruas Pemalang–Pekalongan ini harus dipastikan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran. Percepatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang andal, khususnya pada jalur dengan mobilitas tinggi seperti Pantura,” kata Dody.
Pekerjaan preservasi di ruas tersebut meliputi perbaikan struktur perkerasan jalan pada sejumlah segmen prioritas.
Hingga akhir Februari 2026, progres fisik mencapai 78,89 persen, melampaui target rencana sebesar 37,66 persen.
Selain jalan nasional, pemeliharaan juga dilakukan di ruas tol utama Trans Jawa. PT Jasamarga Transjawa Tol memperkuat pemeliharaan berkala di ruas Tol Jakarta–Cikampek sebagai antisipasi arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Pada 26 Februari 2026, perusahaan merealisasikan pekerjaan patching di 172 titik Jalur A arah Cikampek, mulai Kilometer 07+500 hingga Kilometer 71+850.
Baca juga : Tiga Pekan, Satgas Pangan Catat 28.270 Pemantauan Jelang HBKN
Pemeliharaan juga direncanakan di 82 titik Jalur B arah Jakarta, dari Kilometer 71+300 sampai Kilometer 19+315, termasuk penanganan di Off Ramp Cikarang Timur.
Selain penambalan, rekonstruksi jalan dilakukan di Off Ramp Dry Port lajur 2 sejak 27 Februari hingga 2 Maret 2026 untuk memastikan struktur perkerasan tetap andal, terutama di area dengan beban lalu lintas tinggi.
Dengan percepatan perbaikan di jalur Pantura dan tol Trans Jawa, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar dan aman bagi masyarakat yang kembali ke kampung halaman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.