RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memastikan mendukung Program Gentengisasi Nasional melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Program ini memberikan efek berganda ekonomi.
Program Gentengisasi Nasional merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, agar masyarakat dapat menggunakan material atap yang lebih sejuk dan layak, dibandingkan seng atau asbes. Sehingga kualitas dan kenyamanan hunian masyarakat, meningkat.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRI mengambil peran strategis dalam memfasilitasi pembiayaan antara pengusaha genteng dan developer (pengembang perumahan).
Dalam skemanya, BRI hadir setelah terdapat kontrak kerja sama antara pengusaha genteng dan developer sehingga pembiayaan dapat segera difasilitasi.
Baca juga : Pram Siapkan Mitigasi Stok & Harga Pangan
“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengusaha genteng dan developer atau user, BRI siap memfasilitasi pembiayaannya,” jelas Hery di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Hery melanjutkan, BRI secara kebetulan sudah memiliki KUR Perumahan, sehingga segmen pembiayaan bahan bangunan seperti ini merupakan bagian dari KUR Perumahan.
“Sebagai bank yang DNA-nya memang berpihak pada usaha kecil dan rakyat, sesuai dengan namanya Bank Rakyat Indonesia, kami siap menyediakan pembiayaan untuk mendukung kebutuhan tersebut,” ucapnya.
Mantan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri ini menegaskan, sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap KUR Perumahan, pembiayaan tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi mendorong efek berganda. Mulai dari aktivitas produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bahan bangunan, penguatan rantai pasok industri perumahan, serta membuka peluang lapangan kerja di berbagai daerah.
Baca juga : All England 2026, Pulih Dari Jetlag, Alwi Siap Tempur
“Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal, sekaligus memperkuat industri dalam negeri, khususnya industri genteng,” katanya.
Sementara, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengapresiasi BRI yang telah menyalurkan KUR Perumahan senilai Rp 3,42 triliun per 1 Januari hingga 26 Februari 2026.
Artinya, BRI menjadi perbankan dengan alokasi KUR Perumahan terbesar dari total Rp 6,10 triliun sepanjang 2026 ini. Dengan demikian, sudah separuh kuota kredit tersalurkan kepada debitur BRI.
“Saya ucapkan terima kasih karena baru 2 bulan aja belum berakhir, sudah 50 persen dari total KUR BRI yang terserap. Jadi bank terbesar untuk KUR perumahan adalah BRI. Saya rasa pasti akan perlu ditambahkan lagi,” kata Ara-sapaan Maruarar.
Baca juga : Brighton Vs Arsenal, Momok Malam Hari
Dia menyebut, peran dan dukungan BRI sangat strategis dalam memperkuat program perumahan rakyat. Melalui dukungan terhadap program Gentengisasi, BRI hadir memperkuat kualitas hunian masyarakat, sekaligus mendorong kesejahteraan dari level paling mendasar dan pemerataan pembangunan sesuai dengan Asta Cita.
Maruarar mengatakan, keterlibatan UMKM dalam rantai pasok material dan tenaga kerja menjadikan program ini tidak hanya berdampak sosial. Tetapi menciptakan multiplier effect dari sisi ekonomi. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.