BREAKING NEWS
 

Chandra Asri Siapkan Mitigasi Risiko Dampak Penutupan Selat Hormuz

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 5 Maret 2026 09:49 WIB
Foto: Chandra Asri

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz membawa dampak terhadap rantai pasok global, termasuk pengiriman sejumlah bahan baku industri ke Indonesia. Kondisi ini berpotensi menghambat pengiriman bahan baku ke PT Chandra Asri Pacific Tbk, perusahaan produsen petrokimia di Indonesia.

Menanggapi dinamika tersebut, Chandra Asri menegaskan bahwa perseroan telah menyiapkan sistem manajemen pasokan dan perencanaan operasional yang dirancang untuk menghadapi dinamika global. Manajemen juga memastikan kondisi tersebut tidak menyebabkan penghentian operasional pabrik. Kegiatan produksi hingga saat ini tetap berjalan normal dengan dukungan strategi mitigasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi PT Chandra Asri Pacific Tbk, Suryandi, menjelaskan bahwa deklarasi force majeure disampaikan sebagai bentuk transparansi kepada investor dan mitra usaha atas situasi eksternal di luar kendali perusahaan. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan prosedur umum dalam praktik bisnis global ketika terjadi gangguan signifikan pada jalur logistik internasional.

“Dalam konteks perkembangan situasi geopolitik global, termasuk potensi gangguan distribusi energi dan logistik di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, penyampaian pemberitahuan ini merupakan langkah mitigasi risiko dan bentuk kehati-hatian korporasi,” ujarnya.

Baca juga : Kakorlantas Polri Sosialisasikan Keselamatan Mudik Lewat Lagu

Ia juga menegaskan bahwa status force majeure tidak identik dengan penghentian aktivitas produksi.

Dampak Global, Mitigasi Lokal

Sebagai jalur strategis distribusi energi dan bahan baku global, penutupan Selat Hormuz memicu gangguan logistik di berbagai negara. Sejumlah perusahaan yang memiliki ketergantungan impor dari kawasan tersebut turut merasakan perlambatan pengiriman.

Adsense

“Saat ini seluruh fasilitas produksi Chandra Asri tetap beroperasi. Tidak terdapat penghentian operasional, baik di kawasan industri Cilegon maupun fasilitas kami di Singapura,” ujar Suryandi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa gangguan eksternal tidak sepenuhnya berdampak pada penghentian produksi, berkat kesiapan sistem manajemen risiko yang telah dibangun sebelumnya.

Baca juga : Pram Siapkan Mitigasi Stok & Harga Pangan

Sejalan dengan itu, perusahaan juga memaparkan langkah-langkah mitigasi yang tengah dijalankan guna menjaga kesinambungan usaha di tengah dinamika global yang berkembang.

“Kami secara aktif memantau perkembangan situasi global dan melakukan langkah antisipatif untuk menjaga kesinambungan operasional serta ketahanan bisnis. Sebagai bagian dari pengelolaan risiko yang terukur, perusahaan melakukan penyesuaian tingkat operasional (run rates) secara fleksibel sesuai kebutuhan dan kondisi pasokan,” pungkas Suryandi.

Selain penyesuaian tingkat operasional tersebut, Suryandi juga menjelaskan bahwa perusahaan terus berkoordinasi secara intensif dengan pelanggan, mitra logistik, serta pemangku kepentingan terkait untuk meminimalkan potensi dampak terhadap distribusi produk dan pemenuhan kewajiban kontraktual.

Menurutnya, keberlanjutan industri strategis di tengah tekanan eksternal tidak dapat bertumpu pada langkah korporasi semata, melainkan membutuhkan dukungan ekosistem yang kondusif dan kolaboratif.

Baca juga : Spa Tawarkan Meditasi 30 Menit Di Dalam Peti Mati

“Dalam situasi global yang dinamis ini, dukungan kebijakan pemerintah serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting guna memastikan keberlanjutan operasional industri strategis nasional dan stabilitas rantai pasok domestik,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense