RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggandeng komunitas masyarakat seperti mesjid serta pengurus lingkungan RT/RW. Tujuannya untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8/3/2026).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat. Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.
"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi," kata Saiful dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.
Baca juga : Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid
"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan," ujarnya.
Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas. Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.
"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta. Masing-masing kepada ahli waris almarhum Suswoyo dari Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.
Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).
Baca juga : Silaturahmi Bareng Mitra Grab, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perlindungan Driver
Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.
"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar," ucapnya.
Sementara, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger Armada Kaban mengatakan, masih banyak warga yang belum memahami sepenuhnya manfaat program ini.
Melalui sosialisasi berjenjang, kata dia, diharapkan para kader, pengurus RT, dan RW dapat menjadi jembatan informasi. Upaya itu juga sejalan dengan misi pemerintah dalam memperluas cakupan perlindungan sosial.
"Apalagi, angka pekerja di sektor informal di wilayah perkotaan cukup tinggi dan rentan tidak memiliki jaminan," ujar Kaban.
Baca juga : Employee Volunteering, BPJS Ketenagakerjaan DKI Bagikan Sembako Ke Panti Asuhan
Kaban menekankan, pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja tanpa kecuali. Menurutnya, risiko tidak pernah dapat diprediksi sehingga perlindungan harus disiapkan sejak dini.
"Kalau sudah menjadi peserta, kapan pun musibah terjadi, perlindungan tetap berjalan. Tapi jika belum terdaftar, maka tidak bisa memperoleh manfaat," tegasnya.
Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.
"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.