BREAKING NEWS
 

Refleksi Satu Tahun Perjalanan

Danantara Memperkuat Fondasi Transformasi Ekonomi Nasional

Reporter & Editor :
ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 12 Maret 2026 06:35 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kedua dari kanan) menyambut Presiden Prabowo Subianto (tengah) saat menghadiri acara Refleksi Satu Tahun Perjalanan Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Selasa (11/3/2026). Acara ini dihadiri sejumlah menteri kabinet. Tampak antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (kedua dari kiri) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3/2026). Selama satu tahun melangkah, Danantara memperkuat fondasi transformasi ekonomi nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara. 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional. 

“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesarbesarnya bagi rakyat Indonesia.” ungkap Presiden. 

Baca juga : Menperin: Pertumbuhan Produk Halal Meningkat

Peringatan satu tahun ini mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. 

Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara Indonesia difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola, sekaligus memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi dasar transformasi pengelolaan aset negara. “Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujarnya. 

Fondasi Tata Kelola dan Kelembagaan melalui BPI Danantara Sebagai entitas induk yang menjalankan mandat pengelolaan strategis aset negara, BPI Danantara pada tahun pertama berfokus pada pembangunan fondasi tata kelola kelembagaan. Sepanjang tahun 2025, BPI Danantara telah menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola (governance framework) yang diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional. 

Dalam mendukung stabilitas dan penguatan fundamental perusahaan negara, Danantara Indonesia juga berperan dalam mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan perumahan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan pekerjaan. 

Baca juga : Pram Kembangkan PLTSa Di TPST Bantargebang

BPI Danantara juga memperkuat dimensi dampak sosial melalui pembentukan Yayasan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. Inisiatif ini dirancang sebagai platform filantropi sovereign wealth fund yang mendorong investasi sosial di sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi. 

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem global, Danantara juga menginisiasi forum SWF Philanthropy Learning Lab bersama berbagai lembaga internasional untuk memperkuat praktik terbaik pengelolaan dana sosial jangka panjang. Penguatan fondasi kelembagaan ini turut tercermin dalam persepsi publik, dengan sekitar 93 persen pemberitaan mengenai Danantara Indonesia berada dalam sentimen positif, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap arah transformasi yang sedang dijalankan. 

Transformasi dan Penciptaan Nilai melalui Danantara Asset Management (“DAM”). 

Melalui Danantara Asset Management (“DAM”), Danantara Indonesia menjalankan mandat pengelolaan dan transformasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”) dengan fokus pada restrukturisasi bisnis dan keuangan, streamlining dan konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis. Upaya ini diarahkan untuk membangun perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Danantara Indonesia yang lebih adaptif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi perekonomian nasional. 

Sebagai bagian dari penataan portofolio BUMN secara menyeluruh, Danantara Asset Management (“DAM”) menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui berbagai langkah strategis seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas. Proses ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang kuat, disiplin portofolio, serta pendekatan berbasis kinerja guna memastikan setiap entitas BUMN memiliki peran strategis yang jelas dalam ekosistem ekonomi nasional. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan. 

Adsense

Baca juga : Atalanta Tidak Selevel Bayern

Di sisi pengembangan industri nasional, Danantara Indonesia melalui Danantara Asset Management (“DAM”) juga mendorong berbagai inisiatif hilirisasi lintas sektor dengan potensi nilai investasi sekitar USD 26 miliar yang diharapkan dapat memperluas kapasitas industri. Sejumlah proyek telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026, mencakup pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioethanol, industri ayam terintegrasi, serta pengolahan garamindustri. Inisiatif serupa juga akan terus dikembangkan pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri nasional serta menciptakan nilai ekonomi riil yang berkelanjutan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense