Dark/Light Mode

Momentum Ramadan Dan Idul Fitri

Menperin: Pertumbuhan Produk Halal Meningkat

Kamis, 12 Maret 2026 06:30 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Momentum Ramadan dan Idul Fitri mendorong peningkatan konsumsi produk halal nasional, sekaligus memperkuat pertumbuhan industri halal di Indonesia. Sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri mendorong permintaan berbagai produk halal. Mulai dari makanan dan minuman, fesyen Muslim, kosmetik hingga produk farmasi. Industri halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan keagamaan masyarakat, tapi juga menjadi peluang ekonomi yang sangat besar.

“Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar, serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal, Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia,” kata Agus dalam keterangan yang dikutip, Rabu (11/3/2026).

Baca juga : Pram Kembangkan PLTSa Di TPST Bantargebang

Menurut Agus, kesadaran masyarakat terhadap produk halal kini tidak hanya berkaitan dengan aspek kehalalan secara syariah, juga berkaitan dengan jaminan kualitas dan keamanan produk. Produk halal memiliki proses produksi yang lebih transparan dan higienis, sehingga memberikan perlindungan lebih baik bagi konsumen.

“Edukasi mengenai pentingnya produk halal perlu terus diperkuat. Karena sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi konsumen. Tetapi juga menjamin kualitas produk, keamanan bahan baku, serta transparansi proses produksi,” ungkapnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga terus mendorong pelaku industri dalam negeri, khususnya sektor industri kecil dan menengah, memperoleh sertifikasi halal untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar domestik maupun global.

Baca juga : Atalanta Tidak Selevel Bayern

Menurut Agus, sertifikasi halal memberikan nilai tambah signifikan bagi produk industri karena mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Terutama di negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Data perdagangan menunjukkan, nilai ekspor produk halal Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai lebih dari 50 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 843 triliun. Ekspor tersebut mencakup sektor makanan dan minuman halal, fesyen Muslim, kosmetik, hingga produk farmasi.

Pemerintah juga mempercepat proses sertifikasi halal melalui program pembinaan, pelatihan, serta fasilitasi bagi pelaku industri kecil dan menengah agar mampu memenuhi standar halal yang berlaku.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.