RM.id Rakyat Merdeka - Menjadi nasabah binaan UMKM PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Nardi (41), warga Kampung Cikawari, Desa Wangunharja Kecamatan Lembang, Bandung Barat ini sukses menjalani usaha warung mie dan bakso.
Usaha yang dirintis sejak 2020 ini pun telah berkembang, bahkan mampu meraup omzet penjualan Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar per bulan. Kini, Nardi bukan cuma memiliki usaha bakso dan mie ayam dengan tiga warung. Bahkan ia juga memiliki lini bisnis lainnya seperti dua penggilingan mie, minimarket, isi ulang galon air mineral, isi ulang gas, bengkel las serta rental mobil dengan empat armada.
Nardi bercerita, kesuksesan bisnisnya ini berawal dari pinjaman dari BRI sebesar Rp 4 juta di 2020. Lewat pinjaman tersebut, ia terus memperbesar usaha hingga saat ini bisa mempekerjakan 14 orang.
Baca juga : Chevron Arogan dan Culas, Negara Dirugikan Triliunan
"Semula dapat pinjaman Rp 4 juta, tapi sekarang jumlah pinjaman saya di BRI tercatat sampi Rp 1,5 miliar," katanya.
Nardi pun menjadi contoh salah satu nasabah UMKM BRI yang berhasil naik kelas. Sejak 2016, Nardi juga memutuskan untuk menjadi Agen BRILink dan kini rata rata transaksinya mencapai 100 transaksi per hari.
Nardi pun berbagi resep atas kesuksesan yang dicapainya. “Kuncinya yakni ulet dan terus mencoba hal baru sehingga peluang untuk sukses pun semakin besar,” imbaunya.
Baca juga : Hari Ini, Presiden Jokowi Bertemu PM Australia dan Pidato di Depan Parlemen
Menurut dia, selama 18 tahun menjadi nasabah, BRI tidak hanya memberikan bantuan permodalan semata namun juga pendampingan dan edukasi. “Mantri BRI mengajari saya hal dasar seperti manajemen keuangan, administrasi dan pencatatan serta networking yang sangat bermanfaat dalam mengembangkan usaha saya hingga saat ini,” imbuhnya.
Menyoal ini, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan, menaikkan kelas para pelaku UMKM merupakan salah satu strategi BRI untuk meningkatkan portofolio kredit UMKM mencapai 80 persen di 2022. Selain memperluas pasar baru di segmen mikro, BRI juga memiliki strategi untuk menaikkan kelas, dari mikro menjadi kecil dan dari kecil menjadi menengah.
"Karena saat ini porsi usaha kecil dan menengah relatif lebih rendah dibandingkan segmen mikro,” ujarnya.
Hingga akhir Desember 2019 Bank BRI tercatat berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp. 907,4 Triliun, tumbuh 8,3 persen year on year (yoy). Dari total pinjaman tersebut, sebesar 79 persen di antaranya dinikmati oleh pelaku usaha UMKM di seluruh Indonesia.
“Berbagai inisiatif strategis sedang kami persiapkan untuk memacu produktivitas pertumbuhan, efisiensi sekaligus menciptakan model bisnis yang baru sehingga BRI dapat melayani lebih banyak lagi UMKM di Indonesia,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.