Sebelumnya
Melalui program pembinaan yang dilakukan oleh Kemenperin, ribuan pelaku IKM (Industri Kecil Menengah) telah mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal.
“Langkah ini bagian dari upaya Pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional, sekaligus meningkatkan daya saing produk industri dalam negeri,” jelasnya.
Baca juga : Pram Kembangkan PLTSa Di TPST Bantargebang
Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council Arsjad Rasjid menilai, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat penghubung perdagangan dan investasi berbasis ekonomi Islam di kawasan Asia-Pasifik.
“Indonesia punya keunggulan geografis dan kepercayaan dari negara-negara Muslim. Kami siap menghubungkan pelaku usaha Muslim dengan peluang bisnis nyata, dari kemitraan hingga investasi besar. Kami juga terbuka bekerja sama dengan investor global yang tertarik dengan ekonomi Islam,” kata Arsjad.
Baca juga : Atalanta Tidak Selevel Bayern
Menurutnya, negara-negara Muslim memiliki skala pasar dan basis produksi yang besar. Namun potensi tersebut dapat dimaksimalkan melalui konektivitas yang lebih kuat dengan Indonesia sebagai pusatnya.
Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report 2024–2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dalam ekonomi Islam global setelah Malaysia dan Arab Saudi.
Baca juga : Aprilia Makin Bersinar, Vinales Kadung Pindah Ke KTM
Posisi ini mencerminkan kekuatan Indonesia dalam ekosistem ekonomi Islam dunia yang ditopang pertumbuhan industri halal nasional. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 12 Maret 2026 dengan judul "Momentum Ramadan Dan Idul Fitri Menperin: Pertumbuhan Produk Halal Meningkat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.