BREAKING NEWS
 

Masyarakat Diminta Tetap Tenang, Stok Pangan & BBM Aman

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 16 Maret 2026 08:57 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan, stok pangan dan BBM nasional tetap aman. Tidak terganggu ketegangan yang terjadi di kawasan Teluk. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, perang yang terjadi di Timur Tengah (Timteng) tidak memengaruhi stok pangan nasional. Saat ini, stok pangan cukup, harganya pun terjangkau.

"Mau beras, jagung, telur, ikan, ayam (semua cukup)," tegas pria yang akrab disapa Zulhas ini, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Ia mengakui, untuk cabe, memang sempat mengalami kenaikan harga saat awal Ramadan. Namun, saat ini harganya sudah mulai turun.

"Jadi, stok pangan aman insya Allah. Persediaan cukup, lebih dari cukup," terang Ketua Umum PAN ini.

Ia juga sudah menyiapkan instrumen agar harga tidak melonjak menjelang Lebaran. Seperti pasar murah, subsidi angkutan dari Pemerintah Daerah--mulai dari kabupaten/kota hingga kelurahan.

Zulhas memastikan, anggaran untuk subsidi tersebut ada. Ia mencontohkan, di Pemerintah Pusat ada subsidi serupa diskon tiket kereta dan tiket pesawat.

Baca juga : Perintah Langsung Prabowo ke Kapolri: Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras

Bukan hanya pangan, Zulhas juga memastikan stok BBM nasional tetap aman, sekalipun perang di Timteng masih berlanjut. "Stok kita bisa sampai 30 hari. 30 hari ya," terangnya.

Terkait pangan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, stok 11 komoditas strategis sangat baik, khususnya beras. Bahkan, stok beras nasional saat ini mencapai 4 juta ton, dan berpotensi tembus 5 juta ton pada April 2026.

Dengan capaian sebanyak itu, Amran pede stok beras nasional bisa memenuhi hingga kebutuhan 324 hari. "Ini tertinggi, cadangan kita. Ini cukup untuk 324 hari. Sampai akhir tahun cukup untuk beras," tegas Amran.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani merinci, stok beras nasional yang dikelola Bulog mencapai 3,9 juta ton hingga pertengahan Maret 2026. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pencatatan stok beras pada Maret.

Rizal mengatakan, capaian stok tersebut menunjukkan kondisi cadangan beras nasional dalam keadaan aman dan terkendali jelang Lebaran. Bahkan, Bulog memperkirakan jumlah stok masih akan terus meningkat hingga akhir bulan.

Adsense

"Ini yang tertinggi dan bahkan estimasi kami nanti di akhir Maret, stok beras Indonesia itu sudah mencapai di atas 4,2 atau bahkan 4,3 juta ton," kata Rizal.

Bulog menargetkan serapan beras mencapai 4 juta ton sepanjang 2026. Dengan capaian tersebut, cadangan beras Pemerintah diperkirakan dapat melampaui 5 juta ton pada akhir tahun.

Baca juga : Gibran Bicara Hidup Harmoni dalam Keberagaman

Bulog bersama Pemerintah juga terus menggelar program Gerakan Pangan Murah secara nasional untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Lebaran. Program tersebut dilaksanakan secara masif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta kementerian terkait.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar dan mencegah terjadinya panic buying atau pembelian berlebihan oleh masyarakat. "Karena stok pangan kita aman dan terkendali," tegas Rizal.

Stok BBM dan gas LPG juga dipastikan aman menjelang Lebaran ini. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 (Pertalite) mencapai 24,39 hari, melampaui batas minimal yang ditetapkan. Kemudian Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 (Pertamax) cadangan mencapai 28 hari dan RON 98 (Pertamax Turbo) mencapai 31 hari. Sementara, untuk solar subsidi, kapasitas cadangan mencapai 16,41 hari, solar CN 53 (Dex) mencapai 46 hari, dan Avtur 38 hari.

"Untuk urusan bensin, insya Allah clear. Cadangan menjelang Hari Raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman," tutur Bahlil, usai melapor ke Presiden Prabowo Subianto, Jumat (13/3/2026).

Soal LPG, Bahlil menyebut, rantai distribusi global sedang mengalami dinamika. Total impor LPG Indonesia saat ini sebesar 7,6 juta. Sebanyak 70-72 persen dari Amerika Serikat (AS), 20 persen lain dari Timteng, dan sisanya dari negara lain.

Guna mengantisipasi ketidakpastian pasokan dari Timteng, Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nasional. Caranya, dengan membuka peluang tambahan pasokan dari AS dan sejumlah negara lain, termasuk Australia.

"Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi. Untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia, itu untuk LPG," ungkap Bahlil.

Baca juga : Trump Minta Bantuan China, Prancis, Inggris, Jepang, Kosel

Untuk stok solar, tidak mengalami gangguan karena seluruhnya berasal dari dalam negeri. Hal ini juga didukung oleh peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Januari lalu, yang dapat meningkatkan kapasitas produksi BBM dalam negeri dan mengurangi impor bensin hingga 5,5 juta ton dan solar 3,5 juta ton.

Dengan stok yang aman ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat tidak panik. Terlebih, Pemerintah juga sudah menegaskan, tidak ada kenaikan harga BBM.

"Masyarakat tidak usah khawatir, khususnya terhadap harga BBM yang selama ini dalam subsidi Pemerintah," kata Kapolri, saat kegiatan Safari Ramadan, di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing melakukan panic buying. Dia memastikan, stok dan distribusi BBM telah diatur agar terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense