Dark/Light Mode

Diungkap Bahlil: Ada Yang Main-main Di Balik Impor BBM

Senin, 16 Maret 2026 07:50 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gejolak geopolitik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia ugal-ugalan. Di tengah situasi itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap adanya pihak yang bermain di balik impor BBM

Selain melaporkan upaya pemenuhan pasokan BBM kepada Presiden Prabowo Subianto, Bahlil juga membeberkan kondisi perdagangan minyak di pasar internasional. Salah satunya terkait insiden penahanan kapal kargo impor minyak yang berasal dari Singapura. 

Bahlil memastikan kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, terutama untuk menjamin keamanan pasokan energi nasional menjelang Lebaran. 

Baca juga : Mudik Rakyat, Pelabuhan Penuh, Tol Padat, Stasiun Ramai

Insiden tersebut menimpa dua kapal kargo minyak yang telah dibeli oleh Pertamina melalui pihak perantara atau trader.

Kapal tersebut tiba-tiba diperintahkan berbalik arah oleh pihak penjual, padahal posisinya sudah memasuki perairan Indonesia. 

“Tiga-dua hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura, sudah ditenderkan oleh Pertamina lewat trader, sudah berangkat, sudah masuk laut Indonesia, kemudian disuruh kembali lagi dua kargo,” ungkap Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). 

Baca juga : Rendy Umboh: Gagasan Ini Visioner, Menarik Dan Terdepan

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat ketatnya persaingan di pasar energi global. Situasi ini membuat aturan perdagangan normal kerap diabaikan. Keterbatasan pasokan di tengah tingginya permintaan membuat pihak perantara cenderung mengalihkan barang kepada pembeli lain yang berani membayar lebih mahal. 

“Sekarang untuk urusan minyak ini hukum normalnya sudah tidak berlaku. Siapa yang ada cuan, dia beli, karena barang susah,” ujar Ketua Umum Partai Golkar itu. 

Sebagai tindak lanjut, pemerintah bersama Pertamina langsung mengambil langkah tegas dengan melayangkan komplain resmi dan ancaman gugatan hukum kepada pihak penjual. Bahlil mengatakan, berkat ketegasan tersebut pihak penjual akhirnya bersedia mengembalikan dua kargo minyak itu ke Indonesia. 

Baca juga : Firman Soebagyo: Saya Kira Usulan Itu Tidak Relevan

“Untuk dua kapal itu kami melakukan koordinasi dengan Pertamina. Kami telah melakukan komplain dan tanggal 18 (Maret) sudah ada pengembaliannya, dua kargo itu. Kalau tidak, kita gugat,” tegasnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.