Sebelumnya
Selain itu, pemerintah mempercepat penyediaan stok minyak mentah, BBM, dan LPG. Salah satu langkah yang disiapkan adalah impor tambahan jika terjadi kondisi anomali di pasar energi global, termasuk pembelian melalui mekanisme spot market.
Pemerintah juga berupaya memaksimalkan pemanfaatan minyak mentah domestik untuk kebutuhan dalam negeri. Kebijakan pembatasan ekspor crude oil turut dipertimbangkan guna menjaga pasokan nasional.
Di sisi permintaan, pemerintah mulai menata konsumsi energi masyarakat. Salah satu opsi yang dikaji ialah normalisasi konsumsi LPG 3 kilogram dengan batas sekitar 10 tabung per rumah tangga setiap bulan, berdasarkan kajian Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.
PT Pertamina juga sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar ketahanan stok energi nasional tetap terjaga. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mencari sumber impor alternatif.
Baca juga : DKI Terjunkan Satpol PP Dan Petugas Kebersihan
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, perusahaan melakukan diversifikasi sumber pasokan energi. Menurut Simon, pasokan energi Indonesia tidak hanya berasal dari Timur Tengah. Pertamina juga memiliki sumber pasokan dari kawasan lain seperti Afrika dan Amerika Serikat.
“Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya,” kata Simon di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Selain menjaga pasokan melalui impor, Pertamina juga terus mendorong peningkatan produksi energi dari dalam negeri. Salah satunya melalui kerja sama pengelolaan Blok Cepu. “Kita kan punya kerja sama di Blok Cepu, jadi sama-sama harus maksimal. Dengan penambahan fasilitas di sana kita dorong supaya produksinya bisa meningkat,” kata Simon.
Untuk menjaga pasokan tetap aman, Pertamina menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Di antaranya optimalisasi produksi kilang, pengalihan sebagian produksi propylene menjadi LPG, peningkatan produksi Pertalite dari kilang domestik, serta penguatan koordinasi dengan pemasok internasional.
Baca juga : Jalan Arsenal Makin Lapang
Koordinasi juga dilakukan antara PGN dan Pertamina Patra Niaga untuk memaksimalkan pemanfaatan CNG bagi sektor industri. Dengan demikian, distribusi LPG dapat lebih difokuskan untuk kebutuhan rumah tangga.
Pertamina juga menjelaskan kondisi dua kapal tanker Pertamina, MT Pertamina Pride dan MT Gamsunoro, yang berada di wilayah terdampak dinamika geopolitik global. Keduanya dipastikan dalam kondisi aman dan saat ini berstatus siaga.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai cadangan energi nasional saat ini masih cukup dan aman. Menurut dia, masyarakat perlu memahami secara utuh informasi yang disampaikan pemerintah terkait ketersediaan BBM nasional. Stok BBM lebih dari 20 hari sebenarnya merujuk pada kapasitas penyimpanan (storage) yang dimiliki Indonesia.
“Setelah 20 hari. Storage itu bisa diisi kembali. Sebenarnya kondisi kita baik-baik saja,” kata Komaidi, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (14/3/2026).
Baca juga : Paribas Open, Medvedev Hentikan Rekor Carlos Alcaraz
Komaidi menjelaskan, kapasitas penyimpanan BBM Indonesia memang relatif terbatas dibandingkan sejumlah negara lain. Saat ini, rata-rata kapasitas stok nasional berada di kisaran 14 hingga 30 hari.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.