Dark/Light Mode

Tambah Kapal Perang-25 Ribu Pasukan, Trump Akan Makin Brutal Serang Iran

Minggu, 15 Maret 2026 07:50 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) menambah kekuatan militernya di Timur Tengah dengan mengirim 2.500 marinir dan kapal perang. Presiden AS Donald Trump sesumbar akan semakin keras menyerang Iran. 

Kementerian Pertahanan AS menyebut pengerahan pasukan Marine Expeditionary Unit (MEU) itu akan menambah kekuatan menghadapi eskalasi konflik dengan Iran di kawasan Teluk. 

Sejumlah pejabat yang mengetahui rencana tersebut mengatakan unit MEU biasa digunakan untuk operasi besar seperti evakuasi massal, operasi amfibi dari kapal ke darat, hingga serangan dan penggerebekan

Mengutip CNN, Sabtu (14/3/2026), MEU juga dilengkapi komponen tempur darat dan udara. Beberapa unitnya bahkan dilatih untuk operasi khusus. “Kehadiran mereka memberi komandan tambahan pilihan menghadapi berbagai kontinjensi,” ujar pejabat pertahanan AS. 

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal via AFP, permintaan tambahan marinir diajukan oleh US Central Command, yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timteng. Permintaan tersebut disebut telah disetujui Menteri Pertahanan Pete Hegseth. 

Baca juga : Pejabat Boleh Open House Lebaran, Syaratnya Jangan Bermewah-mewah

New York Times juga melaporkan sekitar 2.500 marinir di atas tiga kapal perang sedang menuju kawasan Teluk, termasuk kapal induk amfibi USS Tripoli yang bermarkas di Jepang. 

Sementara itu, Trump menegaskan pasukannya akan menyerang targettarget di Iran dengan sangat brutal dan keras. Operasi militer AS terhadap Iran disebut akan meningkat. 

“Kita akan menyerang mereka (Iran) dengan sangat keras selama pekan depan,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News Radio, dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026). 

Trump juga sesumbar akan menghancurkan rezim penguasa Iran saat ini. “Kami akan menghancurkan sepenuhnya rezim teroris Iran, secara militer, ekonomi, dan dengan cara lain,” tulis Trump di platform onlinenya, Truth Social. 

Menurut Trump, angkatan laut Iran sudah lenyap dan angkatan udaranya tidak lagi ada. Sementara rudal, drone, serta berbagai persenjataan lainnya disebut akan segera menyusul hancur. 

Baca juga : Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Kita Semua Mengutuk Aksi Biadab Ini...

“Kita memiliki kekuatan senjata yang tak tertandingi, amunisi tak terbatas, dan waktu yang banyak. Lihat apa yang akan terjadi,” ujarnya. 

Trump juga mengancam akan membombardir target militer di Pulau Kharg, Iran, yang menangani mayoritas ekspor minyak mentah negara tersebut, jika Iran mengganggu jalur pelayaran kapal di Selat Hormuz. 

“Komando Pusat Amerika Serikat siap melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat di permata mahkota Iran, Pulau Kharg,” kata Trump. 

Menanggapi ancaman Trump, Angkatan Bersenjata Iran mengancam akan menyerang infrastruktur minyak AS jika Pulau Kharg dibombardir. 

“Infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan AS akan segera dihancurkan dan diubah menjadi timbunan abu jika fasilitas energi Iran diserang,” tulis kantor berita Fars dan Tasnim

Baca juga : Kejagung Kembangkan Fakta Sidang Marcella Cs

Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga menyerukan warga di sejumlah negara Teluk untuk memberikan informasi mengenai lokasi pasukan militer AS di berbagai wilayah Timteng. 

IRGC menyebut sekitar 11 ribu tentara AS berada di berbagai negara di kawasan tersebut. Sebagian di antaranya dilaporkan tinggal di hotel dan penginapan pribadi. 

IRGC juga mengultimatum warga di negara-negara Arab agar tidak menyediakan tempat tinggal bagi pasukan militer AS. Mereka juga diimbau menjauhi lokasi tempat tinggal pasukan AS yang disebut akan menjadi sasaran serangan tempur. 

“Laporkan setiap penampakan maupun informasi terkait keberadaan mereka,” tulis IRGC, dilansir West Asia News Agency (WANA), Jumat (13/3/2026). 

Eskalasi konflik di Timteng semakin mencekam memasuki hari ke-15. Serangan udara gabungan AS dan Israel terus menghantam Teheran dan merembet ke kota strategis lain seperti Kashan, Isfahan, Qom, dan Arak, Jumat (13/3/2026). [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.