Dark/Light Mode

Hadapi Krisis BBM Akibat Perang, Ada Kemungkinan WFH & Pengurangan Hari Kerja

Minggu, 15 Maret 2026 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai mengantisipasi ancaman krisis BBM dan energi akibat perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Beberapa opsi mulai disiapkan untuk hadapi krisis tersebut. Misalnya, membuka kemungkinan sistem work from home (WFH) dan pengurangan hari kerja demi menghemat energi.

Wacana tersebut mengemuka saat Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026) sore. Sidang ini membahas berbagai isu, seperti dampak perang di Timur Tengah, hingga persiapan mudik Lebaran 2026. 

Sidang kabinet digelar pukul 16.25 WIB. Para menteri hingga wakil menteri sudah tiba di Istana sejak pukul 15.00 WIB. Mereka kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam serta membawa map dan tablet. 

Baca juga : Tambah Kapal Perang-25 Ribu Pasukan, Trump Akan Makin Brutal Serang Iran

Susunan tempat duduk pada rapat kali ini dibuat berbentuk persegi empat. Presiden Prabowo yang mengenakan safari berwarna khaki duduk di sisi depan.

Dengan latar layar besar bertuliskan Sidang Kabinet Paripurna serta deretan 20 bendera Merah Putih. Di sisi kanan Presiden tampak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, diikuti jajaran menteri koordinator dan para menteri teknis di sisi lainnya. 

Sidang kemudian dibuka oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memandu penayangan video mengenai sejumlah program pemerintah. 

Baca juga : Pejabat Boleh Open House Lebaran, Syaratnya Jangan Bermewah-mewah

Video tersebut menampilkan proses pembangunan jembatan di berbagai daerah hingga kegiatan renovasi sekolah. Dalam tayangan itu juga terlihat keterlibatan personel Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pengerjaan proyek. 

Setelah penayangan video, Presiden Prabowo mulai memberikan arahan. Ia menyinggung perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran yang berpotensi memicu krisis energi global. Presiden meminta jajaran kabinet mengkaji kebijakan efisiensi konsumsi BBM sebagai langkah antisipasi jika konflik Timur Tengah berdampak pada pasokan energi nasional. 

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah atau WFH serta pengurangan hari kerja. 

Baca juga : Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Kita Semua Mengutuk Aksi Biadab Ini...

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” ujar Prabowo. 

Menurut Presiden, pemerintah sejauh ini telah mengamankan sejumlah aspek fundamental, terutama terkait ketahanan pangan nasional. Namun demikian, berbagai langkah antisipatif tetap perlu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan tekanan pada sektor energi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.