RM.id Rakyat Merdeka - Model compact SUV Mitsubishi Xforce kian memperkuat posisinya di pasar otomotif dengan menghadirkan teknologi keselamatan aktif yang semakin canggih. Salah satunya terdapat pada varian terbaru, Mitsubishi Xforce Ultimate with Diamond Sense (Ultimate DS), yang dilengkapi fitur bantuan berkendara terintegrasi.
Kendaraan yang pertama kali diperkenalkan oleh Mitsubishi Motors Corporation pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2023 ini memang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar ASEAN. Selain mengusung desain stylish dan karakter SUV yang tangguh, Xforce juga menitikberatkan aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Pada varian Ultimate DS, Mitsubishi menyematkan teknologi “Diamond Sense”, yaitu paket fitur keselamatan aktif berbasis sensor yang dirancang untuk membantu pengemudi mengantisipasi potensi bahaya di jalan. Sistem ini didukung oleh mono camera, radar depan dan belakang, serta sensor parkir ultrasonik.
Berbagai fitur keselamatan aktif yang tergabung dalam Diamond Sense antara lain Adaptive Cruise Control (ACC), Automatic High Beam (AHB), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), hingga fitur utama Forward Collision Mitigation (FCM).
Baca juga : Ini Rahasia Kabin Nyaman Mitsubishi Destinator Untuk 7 Penumpang
Fitur Forward Collision Mitigation (FCM) menjadi salah satu fitur kunci dalam sistem keselamatan aktif Xforce. Teknologi ini mampu mendeteksi potensi tabrakan dari arah depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi.
Jika pengemudi tidak merespons, sistem secara otomatis akan melakukan pengereman untuk mengurangi kecepatan kendaraan, bahkan mencegah tabrakan dalam kondisi tertentu.
FCM bekerja dengan mengandalkan sensor radar dan kamera di bagian depan kendaraan. Sistem ini memantau objek di depan, seperti kendaraan lain atau sepeda motor, lalu menghitung jarak dan potensi risiko tabrakan.
Saat risiko meningkat, pengemudi akan mendapat peringatan visual dan suara. Jika tidak ada respons, sistem akan mengaktifkan rem otomatis sebagai langkah mitigasi.
Baca juga : BRIN: Ketahanan Air Ditopang Teknologi, Tata Kelola dan Perubahan Sosial
Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar menjelaskan, FCM merupakan bagian dari sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang bekerja dengan sensor dan terhubung langsung ke sistem pengereman kendaraan.
“Jadi, sistem kerjanya itu nggak beda sama ADAS manapun. Dia punya sensor di spion depan, bagian atas yang selalu membuat sonar atau radar ke depan. Sensor itu terhubung dengan sistem pengereman. Nah, untuk jarak sensor di FCM, itu juga sama pola kerjanya sama Adaptive Cruise Control, bisa di-setting sensitivitinya,” ujarnya.
“Tapi, FCM bedanya sama Adaptive Cruise Control, Cruise Control bisa diatur jaraknya. Tapi, FCM akan kerja secara otomatis. Ini non-cancel feature. Jadi, dia akan selalu on di mana-mana,” tambahnya.
Teknologi FCM dinilai sangat relevan untuk kondisi lalu lintas perkotaan yang padat dan dinamis, seperti situasi stop-and-go atau jarak kendaraan yang rapat.
Baca juga : Kenali Fitur-Fitur Unggulan Mitsubishi Xforce
Selain FCM, Xforce Ultimate DS juga dilengkapi enam airbags, empat mode berkendara (Normal, Wet, Gravel, dan Mud), serta Active Yaw Control (AYC) untuk menjaga stabilitas kendaraan di berbagai kondisi jalan.
Meski canggih, penggunaan fitur keselamatan aktif seperti FCM tetap memiliki batasan. Sistem dapat bekerja optimal pada kondisi tertentu, namun bisa terpengaruh oleh cuaca ekstrem atau kondisi sensor yang tertutup kotoran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.