Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BRIN: Ketahanan Air Ditopang Teknologi, Tata Kelola dan Perubahan Sosial
Rabu, 25 Februari 2026 12:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan menggelar town hall meeting bersama berbagai pemangku kepentingan, untuk membahas upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada air nasional.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan swasembada air hanya dapat terwujud melalui percepatan inovasi teknologi, penguatan tata kelola, serta perubahan perilaku masyarakat.
Di tengah fakta sekitar 74 persen air bersih nasional digunakan untuk sektor pertanian dan peternakan, Arif menilai pendekatan berbasis sains harus menjadi fondasi kebijakan.
Baca juga : Survei Ipsos 2026: Peta Persaingan Dompet Digital dan Preferensi Pengguna
Ia menyebut, berbagai inovasi hemat air yang dikembangkan BRIN dan perguruan tinggi sebenarnya telah banyak diterapkan di daerah, namun perlu diperluas melalui hilirisasi yang lebih cepat dan kolaborasi lintas sektor.
“Sebenarnya inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh BRIN sudah banyak dipakai di berbagai daerah. Ini perlu diperluas lagi dan perlu kolaborasi dengan berbagai kampus yang ada di Indonesia ini. Kedua adalah persoalan air sebagai persoalan tata kelola,” ujar Arif, Selasa (24/2/2026).
Di samping itu, Arif mengatakan, tata kelola air melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Namun, pemecahan masalah air menurutnya juga perlu dipecahkan oleh sektor pertanian, yang juga melibatkan inovasi.
Baca juga : Beniyanto Dorong Penguatan Tata Kelola Industri Nikel Morowali
“Karena harus menghasilkan inovasi-inovasi unggul yang hemat air, menghasilkan teknik peternakan yang lebih hemat air, menghasilkan inovasi pangan yang hemat air. Kemudian juga persoalan di koordinasi di antara kementerian sehingga disinilah letak leadership menjadi sangat-sangat penting sekali,” jelasnya.
Sedangkan pada masyarakat sosial, ia menegaskan, kampanye hemat air tetap harus digalakkan untuk mengubah perilaku masyarakat.
“Ini menyangkut masalah perilaku. Kita sebagai konsumen, sebagai umat beragama, ini kaitan dengan bagaimana memanfaatkan air dengan seefisien mungkin. Sehingga kampanye hemat air ini menurut saya harus terus digalakkan untuk mengubah berlaku kita supaya lebih menghargai air,” ucapnya.
Baca juga : 53 tahun AQUA: Pionir AMDK yang Tetap Menjadi Pilihan Pertama Konsumen
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, swasembada air merupakan sebuah isu yang berdasar, fundamental, dan menjadi salah satu elemen penting dalam asta cita.
“Kami tadi membahas, menjelaskan dengan semua stakeholders yang hadir, pada akhirnya air ini adalah permasalahan bersama, bukan hanya pemerintah, bukan hanya urusan Kementerian PU. Karena kita ingin menghadirkan air yang memadai untuk kebutuhan hidup manusia, untuk pertumbuhan ekonomi kita,” kata AHY.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya