RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menggencarkan penyaluran bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengapresiasi kebijakan tersebut dalam rangka melindungi daya beli masyarakat berpendapatan rendah.
Program Pemerintah itu menargetkan 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga akhir Maret, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 11,92 triliun dari total paket stimulus sekitar Rp 12,83 triliun.
Baca juga : Ngadu Nasib, Tak Cukup Hanya Bermodal Nekat
“Ini menunjukkan Pemerintah menempatkan stabilisasi konsumsi rumah tangga sebagai prioritas utama,” kata Shinta kepada Rakyat Merdeka, Selasa (24/3/2026).
Menurut dia, di tengah tekanan harga pangan, kebijakan itu berfungsi sebagai peredam (shock absorber) untuk menjaga daya beli kelompok rentan, sekaligus memastikan stabilitas sosial-ekonomi.
Baca juga : Garuda, Siap Tempur Di FIFA Series
Kendati begitu, dia mengingatkan efektivitas program sangat bergantung pada ketepatan sasaran, distribusi, serta pengelolaan pasokan, agar tidak menimbulkan distorsi pasar.
Dunia usaha juga menilai, stabilitas pangan perlu diiringi penguatan produksi, distribusi dan efisiensi logistik. Pasalnya, ini langkah positif untuk menjaga stabilitas konsumsi masyarakat periode Lebaran.
Baca juga : Naik Podium Moto3 Brasil, Veda Ega Mulai Dilirik Tim Besar
Sementara, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rachmi Widiriani memastikan, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng telah mulai disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
Bapanas mendorong Perum Bulog di seluruh daerah mempercepat distribusi agar daya beli dan konsumsi masyarakat tetap terjaga. Program ini untuk membantu pengeluaran rumah tangga, khususnya kelompok desil bawah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.