Dark/Light Mode

Usut Penyiraman Aktivis KontraS, Polri Bentuk Tim Gabungan

Selasa, 17 Maret 2026 07:50 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (kanan), Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (kiri), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (kedua kanan) menyampaikan keterangan terkait perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/nym)
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (kanan), Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (kiri), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (kedua kanan) menyampaikan keterangan terkait perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/nym)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepolisian bergerak cepat mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Polri membentuk tim gabungan untuk memburu pelaku dan mengungkap motif di balik aksi tersebut. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin memastikan, jajarannya akan mengusut tuntas kasus penyiraman terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus

“Kami saat ini sudah membentuk tim gabungan pengungkapan perkara yang terdiri atas penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat, Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya, serta Bareskrim Polri,” kata Kombes Pol Iman di Jakarta, Senin (16/3/2026). 

Baca juga : MK Hapus Pensiun Seumur Hidup Bagi Anggota DPR

Ia menegaskan, penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan metode penyelidikan berbasis ilmiah (scientific crime investigation).

Lebih lanjut, Iman menyampaikan bahwa polisi masih memburu para pelaku yang diduga membuntuti korban sebelum melancarkan aksinya. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terdapat empat terduga pelaku dengan peran berbeda yang melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah berbeda. 

“Pascakejadian, tim kami melakukan penelusuran terhadap para pelaku yang melarikan diri ke sejumlah arah,” ujarnya. 

Baca juga : Abdullah Puteh: Menteri Sangat Paham Teknik Dan Bisnis Pertanian

Ia menjelaskan, para pelaku menggunakan dua sepeda motor dengan posisi berboncengan. Salah satu kendaraan bahkan melawan arus dari Jalan Salemba menuju Senen. Lokasi penyiraman berada di Jalan Salemba I. 

“Dari Senen, pelaku menuju Jalan Kramat Raya, lalu ke Tugu Tani, selanjut­nya bergerak ke arah Stasiun Gondangdia dan menuju wilayah Jakarta Selatan,” jelasnya. 

Sementara itu, sepeda motor lainnya bergerak ke arah berbeda tanpa berputar arah, yakni menuju Jalan Pramuka Sari II, kemudian ke kawasan Matraman hingga Jatinegara, dan berlanjut ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. 

Baca juga : Andi Amran Sulaeman: Kebutuhan Dalam Negeri Aman, Ekspor Jalan

Di sisi lain, Iman menegaskan, foto wajah terduga pelaku yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). “Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoaks karena merupakan hasil rekayasa AI,” tegasnya. 

Menurut dia, beredarnya foto dan video tersebut diduga merupakan upaya pelaku untuk mengaburkan proses pe­nyelidikan. Karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi di media sosial. 

“Kami menduga ini adalah upaya untuk mengaburkan fakta-fakta hukum yang sedang kami dalami,” ujarnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.