BREAKING NEWS
 

Konversi ke Energi Listrik Dinilai Jadi Kunci untuk Perkuat Ketahanan Energi

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 26 Maret 2026 20:18 WIB
Foto: Dok. Pribadi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, menekankan pentingnya percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi.

Menurut Ferdinand, konversi ke kompor listrik perlu segera dilakukan karena dapat menekan konsumsi LPG sekaligus memanfaatkan kelebihan pasokan listrik nasional.

“Jika kompor gas beralih ke listrik, kelebihan daya bisa terserap dan beban subsidi berkurang,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Baca juga : Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

Ia menjelaskan, konversi satu juta rumah tangga berpotensi menghemat jutaan tabung LPG per bulan serta menekan subsidi hingga ratusan miliar rupiah.

Jika dilakukan secara masif hingga puluhan juta rumah tangga, penghematan yang dihasilkan akan semakin signifikan.

Adsense

Selain di sektor rumah tangga, Ferdinand juga menilai penggunaan kendaraan listrik perlu terus didorong sebagai upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga : Menag Ajak Umat Jadikan Idul Fitri Momentum Perkuat Empati dan Peduli

“Kendaraan listrik dapat menjadi solusi untuk menekan penggunaan BBM sekaligus meningkatkan efisiensi energi,” tuturnya.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah memperkuat insentif bagi kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, agar tingkat adopsinya semakin luas di masyarakat.

Ferdinand menambahkan, energi listrik memiliki keunggulan karena dapat diproduksi dari berbagai sumber energi, sehingga lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil yang ketersediaannya semakin terbatas.

Baca juga : BBM Tidak Menentu, Mobil Listrik Dinilai Jadi Solusi Strategis

“Energi listrik akan terus tersedia, berbeda dengan energi fosil yang pada akhirnya akan habis. Karena itu, kebijakan harus diarahkan agar masyarakat beralih ke listrik,” jelasnya.

Ia menegaskan, percepatan elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi merupakan langkah penting untuk menekan subsidi energi, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

“Jika tidak ada perubahan kebijakan, subsidi akan terus membengkak dan risiko terhadap ekonomi semakin besar,” pungkas Ferdinand.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense