Dark/Light Mode

Ubah Krisis Jadi Peluang, Prabowo: Kita Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Rabu, 11 Maret 2026 23:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Bakom RI)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, situasi dunia saat ini sedang diliputi ketidakpastian, di antaranya akibat konflik geopolitik. Ancaman krisis membayangi dunia.

Namun, menurut Kepala Negara, krisis justru menciptakan peluang. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, Presiden Prabowo optimistis Indonesia bisa semakin kuat dan melalui krisis yang melanda dunia ini.

"Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah," ujar Prabowo, dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026), seperti keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Baca juga : Menko Pangan Percepat Swasembada Garam Nasional

Prabowo percaya, bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan mampu keluar dari krisis ini. "Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini, menurut saya, adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," ucapnya.

Situasi dunia saat ini, lanjut Prabowo, mendorong Indonesia untuk mempercepat swasembada pangan dan energi. Sebab, ketersediaan pangan dan energi sangat vital dalam keadaan krisis.

Di bidang pangan, Indonesia sudah berhasil mencapai swasembada beras. Prabowo ingin Indonesia juga segera swasembada jagung maupun bahan pangan lainnya.

Baca juga : Tinjau PT Garam, Menko Pangan Dorong Percepatan Swasembada Garam Nasional 2027

"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini," ucapnya. 

Di bidang energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sawit dan singkong untuk bahan bakar pengganti BBM. Dengan begitu, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Saat ini Indonesia sudah tak lagi impor BBM jenis Solar berkat pengembangan biodiesel dari kelapa sawit.

Potensi-potensi energi terbarukan, mulai dari panas bumi hingga surya juga akan dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Baca juga : Tanam Raya Jagung Serentak, Kapolri: Tuntaskan Target Swasembada Pangan Presiden

"Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya," Prabowo menuturkan. 

Khusus untuk energi surya, Prabowo telah memerintahkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW).

"Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.