BREAKING NEWS
 

Pulang dari Jepang & Korsel

Top, Prabowo Bawa Oleh-oleh Rp 574 T

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 4 April 2026 08:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Korsel Lee Jae-myung (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan (Korsel) membuahkan hasil besar. Prabowo kembali ke Tanah Air dengan membawa oleh-oleh komitmen investasi sebesar Rp 574 triliun.

Selama berada di Jepang dan Korsel, Prabowo melakukan sejumlah pertemuan penting. Mulai dari bertemu Kaisar Jepang Naruhito, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, hingga dengan ratusan pelaku bisnis dari kedua negara.

Dari kunjungan ke Jepang, Indonesia mengantongi komitmen investasi sebesar 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 401 triliun. Sementara dari Korsel, kerja sama ekonomi yang disepakati mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 173 triliun.

“Artinya, kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp 574 triliun,” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Airlangga menyatakan, capaian ini menunjukkan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian.

“Ini angka yang sangat signifikan. Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor, baik dari Jepang maupun Korea,” ucapnya.

Baca juga : 3 TNI Gugur Di Lebanon, RI Kebut Pemulangan Jenazah

Dia juga menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus memperbaiki iklim investasi melalui langkah debottlenecking. Berbagai hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha akan dihilangkan.

“Kami menyiapkan mekanisme debottlenecking agar seluruh persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat diselesaikan dengan cepat,” jelasnya.

Kerja sama investasi dengan Jepang dan Korsel mencakup sejumlah sektor strategis. Mulai dari energi dan transmisi hijau, manufaktur, transportasi, infrastruktur, hingga sektor digital.

Di bidang energi dan transisi hijau, akan dilakukan pengembangan tenaga surya, teknologi carbon capture and storage (CCS), dan berbagai proyek energi terbarukan. Di bidang manufaktur ada kerja sama industri baja dan baterai.

“Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan kecerdasan buatan (AI). Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, serta kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin dan KCCI untuk mendorong komitmen bisnis kedua negara,” papar Airlangga.

Adsense

Ia menambahkan, sejumlah perusahaan besar Korsel turut memperkuat komitmen investasinya di Indonesia. Termasuk pengembangan industri baja oleh POSCO dan minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi.

Baca juga : Wapres Gibran-Teddy Bahas Situasi Nasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut, langkah Presiden Prabowo turun langsung berdialog dengan para pelaku usaha menjadi modal Indonesia menarik minat investor. Dia pun meyakini, raihan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

CEO Danantara ini menyebut, para pelaku usaha antusias berdialog dengan Prabowo. Di Jepang, forum bisnis dihadiri lebih dari 300 pengusaha, disertai pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan besar. Di Korsel, pertemuan diikuti 11 perusahaan besar.

Rosan menambahkan, di tengah ketidakpastian geopolitik global, minat investasi dari Jepang dan Korea Selatan terhadap Indonesia justru terus menunjukkan tren peningkatan. Secara rata-rata, investasi Korsel di Indonesia tumbuh sekitar 14 persen per tahun. Sementara, investasi Jepang meningkat sekitar 8 hingga 9 persen per tahun.

Kehadiran Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund Indonesia turut meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi bersama (co-investment). Saat ini, pihaknya tengah menindaklanjuti rencana investasi bersama dengan sejumlah perusahaan besar.

“Kami dalam proses menindaklanjuti investasi bersama dengan Lotte Chemical dan juga POSCO dengan nilai investasi yang secara keseluruhan bisa mencapai sekitar 6 miliar dolar AS (setara Rp 101 triliun),” ungkapnya.

Rosan menambahkan, sejumlah investor yang telah beroperasi di Indonesia kini berkomitmen memperluas investasi ke tahap berikutnya. Beberapa perusahaan seperti KCC Glass dan POSCO tengah bersiap memasuki fase kedua investasi.

Baca juga : Transaksi Menjadi Lebih Cepat, Mudah Dan Murah

Menurut Rosan, kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi menjadi faktor utama yang diakui para investor sebagai fondasi penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.

“Stabilitas merupakan modal utama dari setiap investasi yang sifatnya long-term commitment kepada Indonesia. Hal ini juga diakui para investor, sehingga banyak di antara mereka yang menyampaikan rencana untuk melanjutkan investasi ke fase kedua,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemerintah akan terus menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dicapai. Tujuannya agar segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

“Kami meyakini ke depan investasi yang masuk ke Indonesia akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional,” imbuhnya. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan, keterlibatan langsung Presiden Prabowo dalam dialog dengan para pelaku usaha menjadi salah satu kunci utama tercapainya berbagai kesepakatan investasi.

“Kehadiran Bapak Presiden memberikan solusi dan perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat,” ucap Teddy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense