BREAKING NEWS
 

Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 6 April 2026 20:05 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan harga tiket pesawat tetap terjangkau meski harga avtur melonjak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan avtur merupakan bahan bakar non-subsidi sehingga harganya mengikuti mekanisme pasar global. Jika tidak disesuaikan, kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan maskapai asing karena disparitas harga antarnegara.

“Kalau kita tidak menyesuaikan, maka maskapai lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca juga : Harga Plastik Melonjak, Menteri Maman Koordinasi Siapkan Langkah Antisipasi

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga daya beli masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan menahan lonjakan harga tiket. Pasalnya, avtur menyumbang sekitar 40 persen dari biaya operasional penerbangan.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Pertama, memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen melalui skema Ditanggung Pemerintah (DTP) dengan nilai sekitar Rp 1,3 triliun per bulan. Program ini direncanakan berjalan selama dua bulan dengan total anggaran Rp 2,6 triliun.

Adsense

Kedua, pemerintah menetapkan fuel surcharge sebesar 38 persen untuk seluruh jenis pesawat. Kebijakan ini memberikan ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan tarif, namun tetap dalam batas yang dikendalikan pemerintah.

Baca juga : Hajar Persita, Persebaya Masuk 5 Besar BRI Super League

Dengan dua langkah tersebut, pemerintah membatasi kenaikan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi di kisaran 9–13 persen.

“Pemerintah menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, yakni hanya di kisaran 9 persen hingga 13 persen,” kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga membebaskan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen guna menekan biaya operasional maskapai.

Baca juga : DPR Usul Subsidi Maskapai Tahan Harga Tiket Pesawat

Di sisi lain, harga avtur global memang tengah mengalami kenaikan. Di Thailand, harga avtur tercatat sekitar Rp 29.518 per liter, sementara di Filipina mencapai Rp 25.326 per liter. Adapun di Indonesia, harga avtur berada di kisaran Rp 23.551 per liter di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026.

Kenaikan harga ini dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi global, termasuk terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz.

Meski tekanan global meningkat, pemerintah memastikan kondisi energi nasional, khususnya bahan bakar minyak, masih aman dengan stok di atas kebutuhan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense