Dark/Light Mode

Prajurit TNI Gugur Di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi

Senin, 30 Maret 2026 22:37 WIB
Menlu Sugiono. (Foto: Bakom RI)
Menlu Sugiono. (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan tertinggi kepada prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Prajurit yang gugur tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, yang bertugas sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Ia gugur akibat serangan militer Israel di wilayah Lebanon Selatan. Insiden tersebut juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan duka cita sekaligus penghargaan atas pengabdian prajurit tersebut.

Baca juga : Satu Prajurit TNI Gugur, Menlu Kecam Serangan Israel Di Lebanon

“Kami memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur,” ujar Sugiono di sela mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Senin (30/3).

Sugiono menegaskan, prajurit TNI yang gugur maupun yang terluka telah mengharumkan nama Indonesia melalui profesionalisme tinggi dalam menjalankan misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

“Pengabdian tersebut bukan hanya menjaga nama baik bangsa dan negara, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting bagi perdamaian dunia,” katanya.

Baca juga : Ratas Di Hambalang, Presiden-Menteri Bahas Aturan Penghematan

Terkait pemulangan jenazah, pemerintah berkomitmen memastikan proses repatriasi berjalan cepat. Kementerian Luar Negeri juga telah menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi seluruh personel TNI di Lebanon.

“Kami telah menugaskan KBRI di Beirut untuk memonitor perkembangan prajurit kita serta menyiapkan proses pemulasaraan jenazah,” ujar Sugiono.

Selain itu, pemerintah Indonesia mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden tersebut oleh pihak UNIFIL, sekaligus mendorong upaya deeskalasi konflik melalui jalur diplomasi.

Baca juga : SBY Ingatkan Pemerintah Bertindak Tepat & Terukur

“Kami meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk menemukan penyebab insiden ini, serta menyerukan kepada semua pihak agar segera melakukan deeskalasi,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.