Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerintah Refocusing Anggaran, Target Hemat Rp 130 T
Rabu, 1 April 2026 07:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah pusat melakukan langkah strategis melalui refocusing atau penajaman belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebagai bagian dari program Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi.
Kebijakan ini dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran negara di tengah dinamika global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan refocusing anggaran dilakukan dengan memprioritaskan belanja yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Pemerintah melakukan langkah strategis dalam pengeluaran keuangan negara melalui prioritasasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Baca juga : Pemerintah Umumkan 8 Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi
Dalam implementasinya, pemerintah akan mengalihkan anggaran dari pos yang dinilai kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, hingga kegiatan seremonial.
Anggaran tersebut kemudian diarahkan ke sektor yang lebih produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belanja negara sekaligus menjaga stabilitas fiskal nasional.
Selain refocusing, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga agar program-program prioritas dapat segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Baca juga : Pemerintah Kebut Penanganan Sampah Nasional, PSEL Ditargetkan Operasi Akhir 2027
Penajaman program dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran menjadi lebih tepat sasaran dan optimal.
“Pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga serta penajaman melalui optimalisasi anggaran,” jelas Airlangga.
Berdasarkan perhitungan pemerintah, kebijakan refocusing ini berpotensi menghasilkan penghematan anggaran yang signifikan.
Total potensi efisiensi diperkirakan berada pada kisaran Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat Di Tengah Gejolak Global
Dengan langkah ini, pemerintah berharap pengelolaan keuangan negara menjadi lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya