Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga Avtur Melambung Tinggi
DPR Usul Subsidi Maskapai Tahan Harga Tiket Pesawat
Sabtu, 4 April 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim mendorong Pemerintah segera mengambil langkah strategis guna mengantisipasi potensi lonjakan harga tiket pesawat. Sebab, harga avtur dunia naik signifikan mencapai angka 80 persen pada periode April 2026 ini.
Rivqy menilai, kenaikan harga avtur sebagai komponen utama biaya operasional maskapai berpotensi langsung berdampak pada tarif penerbangan nasional. Jika tidak diantisipasi serius, kondisi itu bisa menekan daya beli masyarakat. Pada akhirnya, pemulihan sektor pariwisata hingga konektivitas antarwilayah juga terganggu.
“Pemerintah tidak boleh membiarkan mekanisme pasar berjalan tanpa pengawasan dalam situasi ekstrem yang sedang terjadi saat ini. Kehadiran negara dibutuhkan untuk memastikan kenaikan biaya operasional itu tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi,” terangnya, Jumat (3/4/2026).
Baca juga : Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Dalam konteks global saat ini, sambungnya, kenaikan harga avtur memang akan sulit bagi industri. Namun, bukan berarti Pemerintah tidak bisa mencegah dampak buruknya terhadap harga tiket. Pasalnya, mobilitas masyarakat, terutama di daerah pelosok yang tidak terjangkau transportasi darat, sangat bergantung pada transportasi udara.
Krisis avtur, kata Rivqy, saat ini sudah melanda sejumlah negara, salah satunya adalah Vietnam. Bahkan, otoritas negara itu harus memangkas jadwal penerbangan secara ekstrem akibat keterbatasan pasokan dan lonjakan harga.
Dari situasi itu, Pemerintah harusnya bisa mengantisipasi sehingga tidak sampai terjadi di Tanah Air. Menurutnya, sektor transportasi udara berperan vital mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi nasional di Indonesia.
Baca juga : Mentrans: WFH Itu Bukan Berarti Libur
Kondisi itu harus jadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya penerbangan. “Termasuk menekan ketergantungan avtur impor demi efisiensi operasional maskapai nasional,” katanya.
Masalah ini, lanjutnya, perlu dilihat secara komprehensif untuk membangun ketahanan energi sektor penerbangan nasional ke depan. Pemerintah bisa mempertimbangkan pemberian subsidi terbatas atau insentif fiskal bagi maskapai. Itu agar pasar bisa menahan lonjakan tarif tiket pesawat, khususnya dalam jangka pendek.
Dia mendorong peningkatan kapasitas produksi avtur dalam negeri serta efisiensi distribusinya untuk menekan beban biaya logistik. Selain itu, sinergi antara perusahaan penerbangan milik negara dan maskapai swasta perlu diperkuat guna menjaga stabilitas industri di tengah tekanan ekonomi global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya