RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan, Rabu (8/4/2026). Rupiah terapresiasi 0,72 persen ke level Rp 16.981 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.105 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,78 persen, baht Thailand naik 1,38 persen, yuan China menguat 0,45 persen, dan won Korea Selatan naik 1,59 persen. Sementara itu, dolar Singapura menguat 0,58 persen dan dolar Hong Kong naik tipis 0,03 persen.
Baca juga : Rupiah Melemah Lagi, Kini Rp 17.047 Per Dolar AS
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,92 persen ke level 98,76. Rupiah juga menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang global lainnya, seperti poundsterling Inggris yang menguat 0,89 persen ke Rp 22.806, euro naik 0,50 persen ke Rp 19.731, dan dolar Australia menguat 0,80 persen ke Rp 12.009.
Analis pasar uang, Lukman Leong menyebut, penguatan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen pasar global, salah satunya akibat rencana gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan.
Baca juga : Rupiah Senin Pagi Melemah Ke Rp 17.003 Per Dolar AS
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS menyusul langkah Presiden Donald Trump menunda serangan terhadap Iran selama dua minggu, yang memicu penurunan tajam harga minyak dan pemulihan sentimen pasar,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.950 hingga Rp 17.100 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.