Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah Selasa (7/4/2026) pagi ini dibuka melemah 0,07 persen di level Rp 17.047 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 17.035 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand minus 0,38 persen, ringgit Malaysia minus 0,24 persen, won Korea Selatan turun 0,17 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, yen Jepang turun 0,13 persen, dolar Taiwan melemah 0,08 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,17 persen ke level 99,97. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,14 persen ke level Rp 22.560, dan terhadap dolar Australia naik 0.07 persen ke level Rp 11.783.
Baca juga : Rupiah Senin Pagi Melemah Ke Rp 17.003 Per Dolar AS
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan nilai rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen investor yang fokus pada tenggat waktu Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Di mana Trump memperingatkan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz paling lambat Selasa (7/4/2026), untuk lalu lintas kapal tanker agar dapat kembali beroperasi melalui jalur air strategis tersebut.
Dari dalam negeri, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Maret 2026 mencapai Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.981 Per Dolar AS
“Angka ini ebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni hanya Rp 99,8 triliun atau 0,41 persen terhadap PDB,” katanya dalam riset harian, Selasa (7/4/2026).
Pemerintah menargetkan batas atas defisit APBN 2026 mencapai 2,68 persen terhadap PDB
Ibrahim memproyeksi, nilai tukar rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.030 hingga Rp 17.080 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya