BREAKING NEWS
 

Kukuhkan Pengurus IISIA, Menperin Pacu Daya Saing Baja RI

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 10 April 2026 13:31 WIB
Foto: DIT/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penguatan industri baja nasional agar semakin berdaya saing global melalui pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030 di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan IISIA merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional, khususnya dalam membangun industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Pemerintah memandang IISIA sebagai mitra penting dalam memperkuat industri baja nasional. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan global sekaligus mengoptimalkan peluang strategis ke depan,” ujar Agus.

Ia menjelaskan sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kinerja positif. Pada 2025, pertumbuhan industri pengolahan mencapai 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 19,07 persen.

Baca juga : Menperin: Pertumbuhan Produk Halal Meningkat

Menurut dia, subsektor industri logam dasar, termasuk baja, menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dengan pertumbuhan mencapai 15,71 persen pada 2025. Capaian tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor infrastruktur, manufaktur, dan industri hilir bernilai tambah.

Agus menambahkan Indonesia saat ini menempati peringkat ke-13 produsen baja dunia dengan produksi sekitar 19 juta ton pada 2025. Dalam enam tahun terakhir, produksi baja nasional tumbuh rata-rata sekitar 14 persen per tahun.

Adsense

Meski demikian, ia menyoroti sejumlah tantangan struktural, antara lain tingkat utilisasi industri baja yang masih berada di kisaran 52,7 persen, serta defisit pada produk antara dan hilir akibat tingginya impor bahan baku. Selain itu, tekanan global berupa kelebihan kapasitas baja dunia dan potensi praktik dumping juga menjadi perhatian pemerintah.

“Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi penguatan industri baja nasional, antara lain melalui perlindungan pasar, penerapan SNI wajib, kebijakan energi melalui HGBT, penguatan hilirisasi, serta pemberian insentif fiskal untuk meningkatkan investasi,” katanya.

Baca juga : Serahkan SK Pengurus DPD, PAN Jambi Minta Kader Bermanfaat Bagi Rakyat

Sementara itu, Chairman IISIA Muhamad Akbar menegaskan komitmen pengurus baru untuk memperkuat peran IISIA sebagai wadah kolaborasi industri baja nasional.

“Kami ingin IISIA menjadi rumah yang solid bagi seluruh pelaku industri baja, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan industri nasional. Industri baja bukan hanya sektor ekonomi, tetapi fondasi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan kepengurusan IISIA periode 2026–2030 akan mengusung visi pengembangan ekosistem industri baja yang “Blue-Green”, yakni berbasis inovasi sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

“Kami percaya, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri, industri baja nasional tidak hanya mampu berjaya di dalam negeri, tetapi juga disegani di pasar internasional,” kata Muhamad Akbar.

Baca juga : Menperin: Manfaat Drone Dirasakan Banyak Industri

Melalui pengukuhan ini, Kemenperin berharap IISIA dapat memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan, meningkatkan utilisasi kapasitas produksi dalam negeri, serta mendorong substitusi impor guna memperkokoh kemandirian industri nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense