Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merumuskan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka kebijakan pembangunan industri ke depan. SBIN menjadi jurus untuk memperkuat daya saing dan ketangguhan sektor industri menghadapi dinamika global, sekaligus mengakselerasi pencapaian Indonesia Emas 2045.
“SBIN bertumpu pada empat pilar utama, yakni hilirisasi industri, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, serta keberlanjutan,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Dia menegaskan, keempat pilar tersebut dijalankan dengan menekankan kolaborasi lintas pemangku kepentingan sebagai kunci penguatan daya saing industri nasional.
Dalam tataran implementasi, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) memegang peran strategis dalam memperkuat ekosistem industri melalui pengembangan standardisasi, kebijakan jasa industri, serta penguatan infrastruktur mutu.
Baca juga : BNPT Gandeng Gus Baha Perkuat Deradikalisasi Lewat Dialog Kebangsaan
Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyampaikan, melalui 24 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah koordinasi badan tersebut, Kemenperin terus meningkatkan kualitas dan relevansi layanan jasa industri agar adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha.
“Layanan yang kami kembangkan mencakup sertifikasi, pengujian, kalibrasi, uji profisiensi, hingga pendampingan teknis. Seluruh layanan tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu, keselamatan, dan daya saing produk industri nasional,” kata Emmy.
Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) menyelenggarakan Industrial Gathering Tahun 2025 pada pertengahan Desember 2025 dengan tema Sinergi dan Kolaborasi Menuju Kemandirian Industri.
Kegiatan ini diikuti 200 peserta, terdiri atas 150 peserta luring dan 50 peserta daring. Peserta berasal dari instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Indonesia (BI), pelaku industri, akademisi, asosiasi, serta mitra dan calon pengguna layanan BBSPJIKB.
Baca juga : Saksi Ngaku Setor Duit untuk Urus Perkara, Pengacara Nurhadi: Itu Asumsi
Pelaksana Tugas Kepala BBSPJIKB Cahyadi menjelaskan, Industrial Gathering menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan industri.
“Agenda ini menjadi forum komunikasi yang terbuka, konstruktif, dan kolaboratif. Melalui kegiatan ini, kami juga mensosialisasikan perluasan jenis dan ruang lingkup layanan jasa industri BBSPJIKB kepada mitra dan calon mitra guna memperkuat kolaborasi ke depan,” ujarnya.
Sebagai rangkaian kegiatan, BBSPJIKB juga menggelar diskusi panel dengan menghadirkan perwakilan Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan pada Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta, PT Fumira, serta internal BBSPJIKB.
Diskusi tersebut menjadi ruang strategis untuk berbagi perspektif mengenai tantangan dan peluang pengembangan industri nasional ke depan, sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung industri.
Baca juga : Menperin: Diplomasi Ekonomi Jadi Kunci Perkuat Daya Saing Industri Nasional
Dalam sambutan pembukaan kegiatan secara daring, Emmy menegaskan komitmen BSKJI dalam memastikan mutu produk industri nasional. “BSKJI akan terus memastikan produk industri nasional memenuhi standar mutu, keselamatan, serta standar global yang berkelanjutan. Seluruh unit kerja kami dorong untuk terus berinovasi dan adaptif dalam menjawab kebutuhan industri,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya