BREAKING NEWS
 

Di Tengah Konflik Timur Tengah, Investor Global Percaya Fundamental Ekonomi RI

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 15 April 2026 08:59 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Investor global sangat percaya dengan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Hal ini dibuktikan dengan derasnya investasi yang mengalir sepanjang kuartal I-2026, mencapai Rp 497 triliun.

Kepercayaan investor global juga tercermin dari pengakuan dua lembaga internasional: Asian Development Bank (ADB) dan FTSE Russell. ADB memperkirakan, ekonomi Indonesia tumbuh stabil 5,2 persen pada 2026 dan 2027, meningkat dari realisasi 5,1 persen pada 2025.

Sementara, FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market (pasar modal negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi). Indonesia juga tidak dimasukkan dalam daftar pemantauan penurunan status.

“Kedua indikator ini menegaskan pandangan pelaku pasar global terhadap ketangguhan ekonomi Indonesia,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, di tengah ketidakpastian global akibat perang AS-Israel Vs Iran, ekonomi Indonesia tetap kuat. Inflasi yang terkendali di kisaran 2,5 persen dan kebijakan moneter yang terkalibrasi menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas.

“Arus masuk penanaman modal asing yang solid turut membantu menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung pembiayaan eksternal,” jelasnya.

Dari sisi pasar keuangan, Haryo menyebut, FTSE Russell mengakui kemajuan reformasi struktural pasar modal Indonesia. Termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham dan perluasan klasifikasi investor.

Pemerintah memandang, pengakuan tersebut sebagai validasi atas kebijakan makroekonomi yang selama ini ditempuh secara konsisten. “Kestabilan fundamental domestik menjadi jangkar dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang,” terang Haryo.

Baca juga : Tentang Perang, Paus Leo Tak Takut Trump

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, kondisi ekonomi Indonesia tetap tangguh. Meski sedang ada gejolak global, ekonomi Indonesia jauh dari krisis.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Indonesia termasuk salah satu negara dengan kemungkinan terkena resesi yang rendah, hanya 5 persen. Sebagai pembanding, Brazil punya kemungkinan resesi 15 persen, China 15 persen, Jepang 30 persen, dan Amerika Serikat (AS) 30 persen.

Airlangga menjelaskan, ketahanan Indonesia ditopang ekonomi domestik yang kuat, mencapai 54 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Indonesia juga berhasil mencapai swasembada beras sejak 2025. Produksi beras mencapai 34,7 juta ton dan stok Bulog 4,6 juta ton per 8 April 2026, tertinggi dalam sejarah.

Dari sisi pendapatan negara, Pemerintah berhasil meningkatkan penerimaan pajak. Per Maret 2026, penerimaan pajak mencapai Rp 462,7 triliun atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan. Defisit APBN pun tetap terkendali. "Dan jika Anda melihat cadangan devisa, masih sekitar 148,2 miliar dolar AS, itu setara dengan enam bulan impor," terang Airlangga, Senin (13/4/2026).

Tingkat kemiskinan terus berkurang hingga di bawah 10 persen, yakni 8,25 persen. Demikian juga tingkat kesenjangan yang semakin menurun menjadi 0,363. Tingkat pengangguran juga berhasil ditekan ke 4,7 persen.

Dari sisi utang, juga aman. Rasio utang Pemerintah saat ini 40,46 persen terhadap PDB atau Rp 9.637,9 triliun. Sebagian besar pinjaman berasal dari dalam negeri. Kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) hanya 12,6 persen sehingga mengurangi kerentanan eksternal.

Adsense

"Jika Anda melihat detail utang kita, sebagian besar berasal dari dalam negeri. Jadi, risiko guncangan eksternal terkendali," kata Airlangga.

Kondisi fundamental ekonomi ini membuat investasi global mengalir deras. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal I-2026 diproyeksikan mencapai Rp 497 triliun atau naik 6,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga : Kemenhaj Soal War Tiket Haji: Kau Yang Mulai, Kau Yang Mengakhiri

Saat ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM masih menunggu sampai hari ini, Rabu (15/4/2026) untuk perhitungan pasti realisasi investasi tersebut. "Namun, dengan perkembangan ini, Insya Allah target yang dicanangkan Pemerintah pada 3 bulan pertama ini bisa kami capai, yaitu sebesar Rp 497 triliun," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, di Jakarta, Senin (13/4/2026). 

Realisasi investasi Rp 497 triliun itu menciptakan sekitar 627 ribu lapangan kerja baru atau naik 5,5 persen. Sebagai pembanding, realisasi investasi pada kuartal I-2025 sebesar Rp 465 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 594 ribu.

"Program prioritas yang meliputi berbagai kebijakan, terutama memang kalau kita lihat hilirisasi, masih menjadi salah satu kontributor yang besar. Kurang lebih 30 persen dari seluruh investasi yang ada dan yang masuk ke Indonesia," terang Rosan.

Investasi ke bidang industri logam dasar pada Januari-Maret 2026 mencapai Rp 67 triliun, terbesar di antara bidang lainnya. Diikuti oleh transportasi, gudang, dan logistik sebesar Rp 54 triliun. Kemudian pertambangan Rp 51 triliun, jasa lainnya (pusat data dan lain-lain) Rp 43 triliun, perumahan dan kawasan Rp 36 triliun.

DKI Jakarta menjadi tujuan investasi terbesar dengan realisasi mencapai Rp 74 triliun. Kemudian disusul Jawa Barat Rp 72 triliun, Jawa Timur Rp 38 triliun, Sulawesi Tengah Rp 34 triliun, dan Banten Rp 33 triliun. Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara-negara terbesar untuk penanaman modal asing di Indonesia di Januari-Maret 2026.

Rosan menyampaikan, sejumlah investor kini mulai melirik Indonesia sebagai destinasi investasi. Para investor menilai, Indonesia memiliki daya tarik utama berupa stabilitas politik dan keamanan.

Ia menambahkan, meningkatnya minat investor asing tidak terlepas dari upaya diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sejumlah kunjungan kenegaraan, seperti ke Korea Selatan dan Jepang, Prabowo selalu menyempatkan bertemu dengan pelaku bisnis setempat. Dalam forum tersebut, Prabowo selalu terbuka terhadap berbagai pertanyaan dan menjelaskan secara transparan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

"Ini sangat membantu memberikan keyakinan kepada investor bahwa Bapak Presiden itu sangat memahami, sangat juga menguasai keadaan geopolitik dan juga perekonomian di Indonesia, serta langkah-langkah apa yang kita sudah ambil," ungkap Rosan.

Ekonomi Tumbuh 5,36%

Baca juga : Saat Prabowo Di Rusia, Sjafrie Di Amerika

Riset BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,36 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026. Permintaan domestik yang tangguh, terutama konsumsi rumah tangga, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Riset mengungkapkan, pengeluaran rumah tangga solid sepanjang Januari-Maret 2026. Terutama hingga Februari, seperti yang tercermin dalam aktivitas ritel yang stabil dan sentimen konsumen yang sehat.

“Hal ini menunjukkan daya beli terus mendukung aktivitas ekonomi secara keseluruhan," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Senin (13/4/2026).

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 yang mencapai 122,9 poin mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia masih optimistis dengan kondisi ekonomi saat ini. 

"Lebih penting lagi, kepercayaan rata-rata pada kuartal I-2026 masih lebih tinggi daripada pada kuartal I-2025. Ini menunjukkan sentimen secara keseluruhan telah membaik," papar riset BRI Danareksa Sekuritas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense