Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pasca gagalnya perundingan damai di Islamabad, Pakistan, Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Kedua negara saling melakukan blokade Selat Hormuz.
Pemblokiran terhadap semua kapal yang melintasi selat di perairan Teluk Persia ini disampaikan Presiden AS Donald Trump via Truth Social, Minggu (12/4/2026).
Trump mengatakan, telah memerintahkan Angkatan Laut (AL) AS untuk mencegat kapal-kapal yang diduga membayar pungutan kepada Iran saat melintas di selat tersebut. “Siapa pun yang membayar pungutan ilegal tidak akan mendapatkan jalur aman di laut lepas. Kami juga akan mulai menghancurkan ranjau yang dipasang Iran,” kata Trump.
Baca juga : Beli Sepatu Rp 129 Juta, Bupati Tulungagung Minta Reimburse Ke Kepala OPD
Trump menilai, langkah Iran sebagai bentuk pemerasan terhadap dunia.
Hal ini menyusul laporan rencana Teheran mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Ia juga mengancam akan mengambil tindakan militer lebih lanjut. Termasuk menyerang infrastruktur vital Iran.
Baca juga : PSI Riau Perkuat Struktur Hingga Ke Tingkat Ranting
Selain itu, Trump mengancam, akan mengenakan tarif 50 persen terhadap negara-negara, termasuk China, jika terbukti mengirim senjata ke Iran.
“Itu merupakan jumlah yang sangat besar,” kata Trump sembari menyarankan China untuk mengalihkan pembelian energi ke AS atau Venezuela.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan, penerapan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai Senin (13/4/ 2026) pukul 14.00 waktu setempat atau 21.00 WIB.
Baca juga : Bahlil Larang Aksi Saling Pecat Sesama Kader Golkar
“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang transit di Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran,” demikian pernyataan CENTCOM melalui media sosial X.
Informasi tambahan, sebut CENTCOM, akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi, sebelum dimulainya blokade.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya