RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki triwulan II tahun 2026, perekonomian Indonesia berada dalam posisi yang kuat. Kombinasi inflasi yang terkendali, surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut, serta tingginya kepercayaan konsumen menciptakan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, sektor keuangan tetap menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari pertumbuhan simpanan perbankan serta ekspansi kredit yang berlangsung stabil.
“Tingkat kemiskinan kita turun menjadi 8,25 persen. Gini ratio kita turun, unemployment kita juga turun. Dan penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Focus Group Discussion (FGD) The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (15/4/2026).
Sejalan dengan penguatan fundamental tersebut, capaian diplomasi ekonomi global Indonesia, terutama selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terus diperluas melalui berbagai perjanjian dan kemitraan strategis. Indonesia berpartisipasi aktif dalam forum global seperti IEU-CEPA, RCEP, I-EAEU CEPA, BRICS, G20, OECD, ASEAN, dan CPTPP. Di saat yang sama, negosiasi tarif dengan Amerika Serikat turut membuka peluang peningkatan ekspor industri padat karya dan penciptaan lapangan kerja.
Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral Indonesia dengan berbagai negara mitra. Sejumlah perjanjian telah berhasil diselesaikan, antara lain dengan Jepang, Pakistan, Palestina, Chile, Australia, Mozambik, Korea, Iran, Peru, Kanada, dan Tunisia. Sementara itu, sejumlah perundingan lainnya masih berlangsung, termasuk dengan MERCOSUR, kawasan Teluk (Gulf countries), serta Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Maroko, Turkiye, dan Uzbekistan.
Baca juga : BRI Hadirkan Kemudahan Tebus Gadai Pegadaian Lewat BRImo
Terkait hubungan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, Menko Airlangga menyampaikan bahwa AS memiliki posisi sebagai penyumbang surplus perdagangan tertinggi sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar Indonesia.
“Kenapa Amerika penting? Karena neraca dagang yang positif tertinggi itu dengan Amerika. Amerika mengimpor produk manufaktur Indonesia, seperti minyak sawit, elektronik, sepatu, tekstil, furniture, dan lainnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat sejak April 2025 hingga awal 2026. Penurunan tarif terjadi pada sejumlah produk, dari sebelumnya 32 persen menjadi sekitar 19 persen untuk komoditas tertentu, serta peluang pembebasan tarif bagi 1.819 produk terpilih.
Kebijakan ini dinilai memberikan perlindungan sekaligus dorongan bagi industri padat karya dalam negeri yang menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja. Selain itu, kerja sama bilateral diperkuat di sektor pangan, industri, energi, dan teknologi, termasuk ekonomi digital dan keamanan ekonomi.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Ekonomi Warga Sekitar Sungai Musi
Menko Airlangga menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis di tingkat internasional. Peran aktif dalam mendorong stabilitas dan kerja sama global turut memperkuat kredibilitas Indonesia.
“Kalau Indonesia tidak high profile, tidak akan menjadi prioritas. Dengan Amerika misalnya, meski surplus 20 miliar dolar AS, Indonesia tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, putusan Mahkamah Agung AS tidak membatalkan perjanjian dengan Indonesia. Namun, pemerintah AS memerlukan dasar hukum tambahan dan meluncurkan investigasi Section 301 terkait dugaan dumping dan isu lain.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan respons yang akan disampaikan pada 15 April 2026. Proses ini akan berlanjut hingga tahap konsultasi dengan USTR pada 12 Mei 2026.
Baca juga : Prabowo, Great Power, dan Kekeliruan Romantisme Diplomasi Dino Patti Djalal
Dalam sesi diskusi, Menko Airlangga menegaskan bahwa perundingan ART dengan Amerika Serikat dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah juga rutin menyampaikan perkembangan kepada publik melalui media massa.
Menutup sambutannya, Menko Airlangga menegaskan bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto diarahkan untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah. Program Makan Bergizi Gratis serta penguatan Koperasi Merah Putih menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia, pimpinan Senat Akademik UGM Sulistiowati, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Danang Sri Hadmoko, Ketua Dewan Guru Besar UGM M. Baiquni, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta anggota Majelis Guru Besar UGM.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.