BREAKING NEWS
 

BBM Indonesia Lebih Murah Dibanding Negara Lain

Harga Bensin Rakyat Aman, Yang Naik Bensin Orang Kaya

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Senin, 20 April 2026 06:35 WIB
Harga Pertalite dan Pertamax tidak berubah dalam penyesuaian harga BBM Pertamina pada Sabtu (18/4/2026). (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi per Sabtu 18 April 2026. Pertamax Turbo yang semula Rp 13.100, kini dibandrol Rp 19.400 per liter. Dexlite yang awalnya Rp 14.200, kini Rp 23.600. Sedangkan Pertamina Dex yang tadinya Rp 14.500, kini Rp 23.900. Namun, harga BBM nonsubsidi lain seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga.

Sementara harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, masing-masing stabil di angka Rp 10.000 dan Rp 6.800. 

Harga tersebut berlaku efektif di wilayah DKI Jakarta dan Banten, dengan kemungkinan perbedaan harga di daerah lain akibat pengaruh pajak daerah dan biaya logistik. 

Baca juga : Penumpang KRL Berjubel, Sama Seperti Hari Biasa

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi adalah hal yang wajar, karena mengikuti mekanisme pasar. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, BBM dengan nilai oktan tinggi seperti RON 98 atau Pertamax Turbo tidak masuk dalam kategori subsidi. Begitu juga bahan bakar jenis solar dengan cetane number (CN) 51 atau Dexlite, yang diperuntukkan bagi sektor industri dan pengguna dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi. 

“Yang diatur pemerintah adalah BBM subsidi. Yang untuk industri, sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, mengikuti harga pasar,” ujar Bahlil usai menjadi narasumber Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026). 

“Turbo itu kan untuk orang kaya, orang-orang mampu semua. RON98, solar yang CN 51, itu kan untuk orang mampu,” imbuhnya. 

Baca juga : MU Bungkam London Biru

Sebelumnya, Bahlil memastikan, stok BBM Indonesia aman di tengah gejolak global. “Insya Allah stok kita di atas standar minimum. Baik itu solar, bensin, atau elpiji, Insya Allah aman,” ucapnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/4/2026). 

Bahlil menuturkan, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun 2026. “Harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun, Insya Allah sampai selama-lamanya ya,” tuturnya. 

Data Kementerian ESDM menyebut, pangsa pasar (market share) bensin subsidi di Indonesia periode Januari-Juli 2025 mendominasi dengan angka 85 persen. Sementara pangsa pasar nonsubsidi mencapai 15 persen, atau naik dibanding tahun 2024 yang tercatat 11 persen. 

Baca juga : Piala Thomas Dan Uber 2026, Skuad Garuda Geber Latihan Empat Jam

Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menuturkan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/ MEM.M/2022. Peraturan ini menetapkan perubahan atas formula harga dasar untuk perhitungan harga jual eceran BBM umum. 

“Penyesuaian harga BBM dilakukan sesuai Peraturan Menteri, serta sudah dikoordinasikan, dilaporkan, dan dibahas dengan pemangku kepentingan terkait,” ujar Roberth kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (18/4/2026). 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense